Etdah! Ternyata Tiga Kali Ingin Cicip ‘Itunya’ Siswi Cantik, Pertama Gagal Karena Sempit, Terakhir Baru Nancap – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Etdah! Ternyata Tiga Kali Ingin Cicip ‘Itunya’ Siswi Cantik, Pertama Gagal Karena Sempit, Terakhir Baru Nancap

asusila
ilustrasi

FAJAR.CO.ID, SAMPIT – Aksi pencabulan yang dilakukan Axriestian alias Kris alias Didut terhadap pelajar SMP berinisial KK (15) rupaya sudah direncanakan terlebih dahulu. Pasalnya, warga Jalan Tjilik Riwut, Kecamatan Baamang, Kotim ini sempat gagal merenggut keperawanan korban. Karena penasaran ia mengulanginya lagi hingga berhasil.

“Terdakwa mengaku saja sempat tiga kali (menyetubuhi) katanya,” tanya penasihat hukum terdakwa, Burhansyah SH pada persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Sampit, belum lama ini.

Menurut Burhansyah, pada aksi yang pertama, terdakwa memang gagal menyetubuhi korban. Alasanya karena kemaluan terdakwa tidak sampai masuk. Karena penasaran, ia lantas mengulangi lagi hingga yang ketiga kalinya menyetubuhi korban tanpa banyak perlawanan.

Kasus persetubuhan terhadap anak bawah umur ini terjadi 16 Maret 2016. Berawal saat korban berjalan kaki dan bertemu dengan terdakwa di Jalan Kopi Selatan sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu korban bermaksud menuju rumah ibunya. Melihat ada kesempatan, ditambah niat jahat, terdakwa pun menawarkan bantuan untuk mengantar korban.

Dalam perjalanan, pria yang pernah mendekam di penjara akibat kasus narkoba dan curas itu justru membelokan kendaraan ke arah rumahnya. Alasanya mengambil kartu ATM yang tertinggal. Tanpa ada firasat buruk, korban tetap mengikuti saja.

Sesampainya di rumah terdakwa, korban disuruh duduk di atas sofa. Kondisi rumah yang sepi itulah dimanfaatkan terdakwa beraksi. Korban diajak masuk kamar dan disetubuhi.

Dalam pesidangan sebelumnya, terungkap jika korban sempat menolak. Namun ia ketakutan setelah diancam akan diserahkan kepada lima rekan terdakwa lainnya. Tidak sampai di situ korban yang masih perawan itu kembali disetubuhim baru setelah itu diantar pulang. Pekan mendatang terdakwa tinggal menunggu tuntutan dari JPU Kejari Kotim, Dewi Khartika. (nac/ang)

loading...
Click to comment
To Top