Hahaha.. Jadi Maling Kok Bego Banget, Jual Smartphone Curian di Sosmed, Ketahuan Pe’a.. – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Hahaha.. Jadi Maling Kok Bego Banget, Jual Smartphone Curian di Sosmed, Ketahuan Pe’a..

MALING APES. Belum sempat menjual hasil curiannya berupa sejumlah SMARTPHONE, Arey keburu dibekuk petugas Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Kukar pada Kamis (24/11) dini hari. (idin/sapos) failnya kupos-nasib maling

MALING APES. Belum sempat menjual hasil curiannya berupa sejumlah SMARTPHONE, Arey keburu dibekuk petugas Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Kukar pada Kamis (24/11) dini hari. (idin/sapos) failnya kupos-nasib maling

FAJAR.CO.ID, TENGGARONG- Arey Irawan memacu sepeda motornya dengan penuh semangat. Ya, sekitar pukul 00.00 Wita, Kamis (24/11) dini hari itu Arey sudah janjian bertemu calon pembeli smartphone ditawarkan lewat akun facebook (FB) miliknya.

Tak lama kemudian, dari rumahnya di Timbau, Tenggarong, Arey pun sampai ke tujuan di salah satu angkringan di Stadion Rondong Demang. Begitu asyik nongkrong sembari meminum segelas es kopi, Arey ditangkap. Ia dibekuk petugas kepolisian yang dipimpin Kepala Unit Operasional Satuan Reserse Kriminal (Kanit Opsnal Sat Reskrim) Polres Kukar, Ipda Aksaruddin Adam. Ternyata Arey bermaksud menjual smartphone hasil curiannya, setelah membobol sebuah konter atau toko di Jalan Stadion.

“Tiga jam sebelum Arey dibekuk, petugas kami langsung bergerak ketika mendapat laporan dari pemilik konter smartphone selaku korban,” ujar Kapolres Kukar AKBP Fadillah Zulkarnaen didampingi Kepala Satuan (Kasat) Reskrim AKP Yuliansyah.

Arey terbilang maling yang tidak sabaran. Rentan waktu saat membobol dan menawarkan barang hasil curiannya tidak begitu lama. Hanya hitungan jam. Arey menyambar 10 buah smartphone di konter. Arey pun langsung menawarkan barang-barang itu di akun FB-nya. Dari situlah kepolisian dibantu pemilik konter, bisa mengenali smartphone yang ditawarkan Arey melalui akun FB di sebuah grup jual-beli barang bekas lokal Tenggarong.

Polisi memang langsung mengerahkan penyelidikan kepada Arey. Pasalnya dari keterangan pemilik smartphone, malam itu Arey sempat datang beberapa saat sebelum konter itu tutup. Ketika itu Arey datang menanyakan harga sejumlah smartphone bekas yang dijual di konter tersebut. Rupanya itu hanya upaya Arey untuk mengetahui kondisi serta tempat korban menyimpan smartphone-nya di sebuah etalase atau lemari kaca dalam konter itu.

“Ya begitu tahu banyak smartphone disimpan dalam sebuah etalase, saya lalu pergi dari konter itu. Begitu konter sudah tutup, saya kembali dan membobol pintunya. Semua smartphone di konter itu langsung saya ambil,” ungkap Arey kepada petugas.

Karena merasa aksinya tak diketahui korban dan ingin cepat dapat duit, Arey langsung memposting foto semua smartphone hasil jarahannya. Lalu ditawarkan ke forum jual beli barang bekas lokal Tenggarong lewat akun FB-nya. Tidak sampai lama nomor ponsel Arey kemudian dihubungi seseorang yang mengaku berminat membeli salah satu smartphone. Setelah disepakati harganya, Arey lalu diminta membawa ke sebuah angkringan terletak di areal Stadion Rondong Demang.

“Saya tidak tahu, ternyata calon pembeli adalah polisi yang menyamar,” tambah Arey. Karuan saja duda muda itu tak bisa mungkir. Bahkan dia hanya pasrah begitu diminta polisi menunjukan smartphone lain yang disimpannya di rumah. Petugas juga sempat membawa Arey ke konter smartphone yang dibobolnya, untuk melengkapi keterangan atas kasus dugaan pencurian tersebut.

“Sebenarnya jika semua smartphone sempat terjual, saya bisa menerima uang sampai Rp 30 juta,” jelasnya sembari menyebut smartphone disikat dari konter itu yakni 1 buah Iphone 5s warna putih, 1 unit Xiomi Note 3 Pro warna grey, 1 unit Samsung J7 warna putih, 1 unit Sony Experia warna putih, 1 unit Xiomi 3X warna gold, 1 unit HTC warna putih, 1 unit Xiomi Redmi  Note 4 warna putih dan 1 unit Xiomi Note 3, juga sebuah smartphone merk Xiomi Note 3s, 1 unit Xiomi Note 3 warna grey dan 1 unit jam tangan Samsung gear warna hitam. (idn/nha)

Click to comment
To Top