Inalillahi.. Tabrakan Maut di Jalan Juanda, Balita Langsung Tewas di Tempat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Inalillahi.. Tabrakan Maut di Jalan Juanda, Balita Langsung Tewas di Tempat

KECELAKAAN MAUT: Petugas melakukan olah TKP di lokasi kejadian, Jumat (25/11) sore kemarin. (IST)

FAJAR.CO.ID, BONTANG – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Ir Juanda, Jumat (25/11) kemarin. Seorang balita tewas akibat perisitiwa nahas itu. Balita yang diketahui baru berusia sekira 2,5 tahun itu berinisial MRS. Dia anak ketiga dari pasangan Heru Mahsun dan Nur Khekmah.  Keluarga ini tinggal di RT 12 Kelurahan Api-api Kecamatan Bontang Utara.

MRS tewas seketika setelah motor yang ditunggangi bersama kakak sulung NA (14) dan ibunya bertabrakan dengan mobil pikap hitam. Kejadian tersebut terjadi sekira pukul 15.00 Wita saat cuaca sedang hujan gerimis. Salah satu pemilik bengkel di depan toko UD Rubiah, Sunarti mengatakan dirinya memang tidak melihat secara langsung kejadian itu. Hanya saja, dia mendengar mendengar suara keras seperti bunyi hantaman dua benda besar dari dalam rumah. “Saat tabrakan saya tidak melihat, hanya setelah mendengar suara, saya keluar dan melihat 3 orang sudah terkapar di jalan,” ungkapnya saat ditemui di lokasi kejadian, kemarin.

Posisi ketiga korban pun, menurut Suharti berjauhan antara korban satu dengan lainnya.MRS, dilihatnya terkapar di tengah jalan dengan darah yang mengucur deras, sementara NA terlentang dekat dengan bengkelnya, dan Nur Khekmah terjatuh dalam posisi sujud. Sedangkan motor menepi hampir masuk ke bengkelnya. “Waktu nabrak saya tidak tahu, tetapi sepertinya anak remaja yang bawa motor, dan yang anak kecil duduk di depan,” ujarnya.

Sekira pukul 16.00 Wita anggota Satlantas Polres Bontang melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Darah bekas ketiga korban sudah ditutupi pasir oleh warga sekitar. Namun, barang bawaan seperti jagung dan kacang masih berserakan di jalanan yang terbagi di beberapa titik.

Kapolres Bontang, AKBP Andy Ervyn melalui Kasatlantas Polres Bontang Irawan mengatakan pengemudi motor yakni NA mengalami luka pada bagian kaki, sedangkan ibunya Nur Khekmah mengalami luka di bagian kepala, kaki, dan tangan dan dibawa oleh warga ke RS Amalia. Sementara RMS mengelami cidera berat pada bagian kepala dan meninggal dunia di TKP. Jenazahnya dibawa ke RSUD Taman Husada Bontang. “Kejadian terjadi sekira pukul 14.25 Wita,” ujar Irawan, Jumat (25/11) kemarin.

Kejadian tersebut terjadi saat pengemudi pikap L 300 yang dikemudikan CS berjalan dari arah Simpang 3 Bukit Indah hendak menuju Pasar Rawa Indah. Sesampainya di Jalan Ir Juanda, tepatnya di depan Toko UD Rubiah pengemudi tersebut berpindah lajur ke sebelah kanan jalan yang secara bersamaan dari arah berlawanan melintas sepeda motor Honda Vario yang dikendarai NA berboncengan dengan Nuh Khekmah dan RMS dengan kecepatan sedang. Benturan pun tak terhindarkan. “Sementara dua korban lainnya masih mendapatkan perawatan intensif di RS Amalia,” pungkasnya.

Dari Pasar, Beli Konsumsi untuk Pilerte 

Saat wartawan mendatangi rumah sakit RS Amalia tempat korban dirawat, kerumunan ibu-ibu rumah tangga sudah memenuhi ruang di depan Unit Gawat Darurat (UGD). Saat diwawancara, ibu yang tidak mau disebutkan namanya menyatakan bahwa dirinya yang meminta Nur Khekmah, untuk membelikan jagung dan kacang. Ketika mengetahui Nur dan anaknya kecelakaan, dirinya langsung merasa bersalah. “Bapaknya panitia Pilerte, saya minta bantuan belikan jagung dan kacang untuk konsumsi Pilerte nanti malam (tadi malam, Red), tetapi jadi begini saya merasa bersalah,” ungkapnya lirih.

Istri Ketua RT 12 Kelurahan Api-api, Lalu Mujibur Rahman mengatakan jika keluarga pak Mahsun belum setahun tinggal di RT 12, tetapi memang sudah berbaur dengan warga sekitar. Mengenai Pilerte yang direncakan Jumat malam, dirinya mengaku akan menunggu keputusan dari suaminya. “Tetapi sepertinya ditunda dulu hingga besok malam,” ungkapnya.

Suasana duka di rumah korban pun diselimuti air mata dari para keluarga dan tetangga. Ayah korban, bahkan seperti masih shock atas kepergian anaknya akibat lakalantas. Sambil ditemani sanak saudara dan tetangga, Mahsun menangis-nangis memanggil anaknya sambil meraung-raung. “Anakku, anakku,” ujarnya dengan raut wajah yang begitu terpukul.

Jenazah MRS tiba di rumah duka sekira pukul 19.00 Wita dan dikebumikan sekira pukul 20.30 Wita.(mga)

loading...
Click to comment
To Top