Masih Ada “Bau Amis” Dalam Kasus Antasari, Sindir Siapa? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Masih Ada “Bau Amis” Dalam Kasus Antasari, Sindir Siapa?

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar sudah bisa menghirup udaha luar sejak 10 November lalu. Sebab, sejak saat itu dia dinyatakan bebas bersyarat. Namun, hingga kini perkara pembunuhan bos PT Putra Rajawali Nasrudin Zulkarnaen itu masih diselimuti misteri. Antasari masih menunggu waktu yang tepat untuk membongkar kasus itu.

Kini, mantan jaksa itu tengah menikmati kebebasan. Kemarin (26/11) Antasari menggelar tasyakuran atas kebebasan dirinya di Hotel Grand Zuri, BSD, Serpong. Sejumlah tokoh penting diundang. Antara lain Wakil Presiden M. Jusuf Kalla (JK), Menkum HAM Yasonna H. Laoly, dan mantan Jaksa Agung Basrief Arief.

JK menyatakan, banyak hikmah yang bisa diambil dari kasus yang menimpa Antasari. Hal itu menjadi pelajaran bagi orang yang mengalami maupun orang lain. Menurut JK, Antasari yang sebelumnya menjadi orang yang memberikan hukuman kemudian berbalik menjadi orang yang dihukum. “Jadi, kalau mau menghukum harus hati-hati,” tutur dia di depan para undangan.

Meraih keadilan dan kebenaran, tutur JK, tidaklah mudah. Harus ada upaya yang keras dan baik untuk mencapainya. Dia tidak ingin mencampuri kasus hukum yang dialami Antasari. Namun, sampai sekarang masih banyak pertanyaan dalam perkara tersebut.

Saat ditanya para wartawan apa yang dimaksud dengan kebenaran dan keadilan yang dia ucapkan, “Saya hanya baca tulisan yang ada di dalam, kebenaran pasti jaya,” ucap JK seusai tasyakuran. Kata dia, yang paling mengetahui apa yang dimaksud dengan kebenaran adalah Antasari sendiri. Kebenaran dalam kasus tersebut harus terungkap sehingga perkara seperti itu tidak terulang.

Yasonna mengatakan, Antasari merupakan warga negara yang baik dan taat hukum. Dia menjalani hukuman sampai selesai walaupun ada suatu tanda tanya dalam perkara tersebut. “Di dunia ini pernah terjadi orang yang tidak bersalah dihukum mati,” ucapnya saat ditemui seusai acara. Selama dalam masa tahanan, Antasari menaati semua aturan dan mengajarkan nilai-nilai mulia. Mengajak warga binaan yang lain mengaji.

Menteri berlatar politikus itu mengakui, ada misteri di balik kasus tersebut. “Ada bau amisnya,” ucap dia. Namun, Yasonna enggan menjelaskan yang dimaksud misteri dan bau amis itu. Dia mengetahui hal tersebut karena membaca berkas dan ar­gumen hukum serta fakta-fakta yang tertuang dalam grasi yang disampaikan kepada dirinya. Yasonna sudah mengkaji dan mempelajari grasi yang diajukan Antasari. Berkas grasi sudah dia sampaikan kepada Sekretariat Negara.

Kabarnya, sudah ada pendapat dari Mahkamah Agung (MA) terkait grasi tersebut. Apakah grasi akan diterima Presiden Jokowi? Yasonna mengatakan, itu bukan kewenangannya. Antasari menyebutkan saat ini ingin hidup tenang dan tidak mau membuat gaduh. Dia akan melaksanakan nazar yang sudah dibuat. Selain itu, dia akan berangkat umrah. Terkait pengungkapan fakta dalam kasusnya, Antasari masih menunggu waktu yang tepat. (Fajar/JPG)

Click to comment
To Top