Mencengangkan! Uang WNI di Luar Negeri Capai Rp 11 Ribu Triliun, Presiden Diminta Tegas – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ekonomi & Bisnis

Mencengangkan! Uang WNI di Luar Negeri Capai Rp 11 Ribu Triliun, Presiden Diminta Tegas

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut uang warga negara Indonesia (WNI) yang tersimpan di luar negeri mencapai Rp 11.000 triliun, cukup mencengangkan. Siapa saja pemilik uang triliunan tersebut?

Presiden Jokowi tak mengungkap nama-nama konglomerat yang memiliki uang itu. Namun mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyatakan bahwa uang tersebut sebagian besar disimpan di Singapura, Swiss, dan Hong Kong.

Begitu mendengar nama Singapura dan Hong Kong, publik langsung berspekulasi bahwa konglomerat yang menyimpan uang di dua negara itu tertuju kepada WNI keturunan Tiongkok. Sebab, orang Indonesia keturunan Cina selama ini terkenal sebagai kutu ekonomi, lihai berbisnis, ulet berusaha, dan super kaya.

Analis Ekonomi dan Politik Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga tak memungkiri jika banyak taipan (konglomerat) Cina yang menyimpan uang di luar negeri, seperti di Singapura dan Hong Kong.

“Menurut saya dana para taipan yang parkir di luar negeri harus segera ditarik oleh Presiden Jokowi karena dana yang cukup besar dapat membuka lapangan pekerjaan di Indonesia,” ujar Andy.

Andy mewanti-wanti jangan sampai para taipan Cina mencari duit di Indonesia, tetapi uangnya malah disimpan di luar negeri. Hal seperti itu sangat merugikan Indonesia.

“Presiden Jokowi jangan sampai menganakemaskan para taipan tersebut,” imbuh Andy.

Menurut Andy, jika para taipan Cina itu membandel, Presiden Jokowi harus memberikan shock terapi. Kalau perlu, publikasikan nama-namanya dan bekukan asetnya di Indonesia.

“Apabila membandel, Presiden Jokowi harus membuka nama para Taipan tersebut ke publik. Dan segera membekukan aset-aset para taipan yang membandel kalau tidak mau dananya ditarik ke Indonesia,” tegas Andy.

Dikatakan Andy, saat ini Indonesia sangat membutuhkan dana untuk membiayai berbagai proyek infrastruktur dan sarana prasarana sosial, pendidikan dan kesehatan.

“Apabila benar data yang menyatakan bahwa ada dana Rp 11.000 triliun di luar negeri, itu bisa saja dipakai untuk membayar utang luar negeri Indonesia. Presiden Jokowi harus tegas dan berani untuk segera bertindak menarik dana tersebut,” tandas Andy. (Fajar/pojoksatu)

Click to comment
To Top