Gara-gara Ini Suami Istri Pedagang Seblak Tewas Ditangan Tukang Cilok – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Gara-gara Ini Suami Istri Pedagang Seblak Tewas Ditangan Tukang Cilok

ilustrasi-pembunuhan

FAJAR.CO.ID BANDUNG – Kasus pembunuhan terhadap pasangan suami istri, Ade Sumarna (34) dan Lina Marlina (41) akhirnya terungkap.

Menurut penuturan tetangga korban, keduanya dihabisi lantaran persoalan sepele. Yakni soal sampah.

Pasutri yang tinggal di RT 07/RW 02, Kelurahan Babakansari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat itu kerap cekcok dengan pelaku, JS (4), lantaran sampah.

Menurut tetangga kontrakan korban, Jimi, Lina kerap ditegur pelaku karena menyimpan sampah di depan pintu kamar kontrakannya yang bersebelahan dengan JS.

“Sudah ditegur, jangan disimpan di depan situ. Tapi, setelah ditegur, sampahnya malah ditambah,” kata dia saat berbincang dengan wartawan.

Cekcok antar pelaku dan korban, kata dia, bukan sekali-dua kali terjadi. Percekcokan juga tak hanya dipicu soal perkara sampah. Cekcok turut dipicu soal masalah air PAM.

“Dia (JS) kan, posisinya di ujung, sesudah kontrakan korban. Jadi, suka agak tersendat juga kalau dia perlu air,” kata dia.

Dia melanjutkan, percekcokan yang terjadi lebih sering melibatkan JS dan Lina. Termasuk cekcok soal sampah yang diduga jadi pemicu insiden yang mengakibatkan pasutri ini meregang nyawa.

Sementara suami Lina, Ade, jarang terlibat dalam cekcok.

Hal senada diutarakan Kapolsek Kiaracondong, Komisaris Polisi Asral yang mengatakan percekcokan salah satunya terjadi akibat persoalan sampah.

“Korban sering menyimpan sampah di depan pintu kamar kontrakannya, sekali-dua kali, ini puncaknya,” kata dia.

Berdasarkan keterangan yang terhimpun, pembunuhan terjadi Minggu pagi (27/11) sekitar pukul 07.00 WIB. Ade merupakan seorang montir panggilan, sementara Lina berjualan seblak.

Sedangkan pelaku berinisial JS berprofesi sebagai tukang cilok.

“Dia (JS) kan, posisinya di ujung, sesudah kontrakan korban. Jadi, suka agak tersendat juga kalau dia perlu air,” kata dia.

Dia melanjutkan, percekcokan yang terjadi lebih sering melibatkan JS dan Lina.

Termasuk cekcok soal sampah yang diduga jadi pemicu insiden yang mengakibatkan pasutri ini meregang nyawa.

Sementara suami Lina, Ade, jarang terlibat dalam cekcok.

Hal senada diutarakan Kapolsek Kiaracondong, Komisaris Polisi Asral yang mengatakan percekcokan salah satunya terjadi akibat persoalan sampah.

“Korban sering menyimpan sampah di depan pintu kamar kontrakannya, sekali-dua kali, ini puncaknya,” kata dia.

Berdasarkan keterangan yang terhimpun, pembunuhan terjadi Minggu pagi (27/11) sekitar pukul 07.00 WIB.

Ade merupakan seorang montir panggilan, sementara Lina berjualan seblak.

Sedangkan pelaku berinisial JS berprofesi sebagai tukang cilok.

loading...
Click to comment
To Top