Lucu, Kapolri Dapatkan Data dari Medsos dan Google – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Lucu, Kapolri Dapatkan Data dari Medsos dan Google

010957_626205_enny_sri_hartati___direktur_indef
Enny Sri Hartarti/ Dok. Jpnn

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartarti mengingatkan aparatur penegak hukum bisa menenangkan situasi. Jangan malah menambah gaduh.

Hal tersebut dikatakan Enny menyikapi pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian akhir-akhir ini.

“Perkembangan IT dan aplikasi media sosial sangat pesat dan mudah diakses masyarakat. Apa pun yang dibincang di media sosial (medsos) cepat berkembang. Tetapi medsos bukan menjadi sumber data yang akurat. Masyarakat harus hati-hati dan aparat hukum jangan malah ikut-ikutan latah,” kata Enny di Jakarta, Senin (28/11).

Demikian juga dengan aparat penegak hukum lanjut Enny, kalau ada dan membagikan informasi harus diklarifikasi betul validasinya sehingga betul-betul semua keputusan dan kebijakan itu diputuskan dari data yang valid.

“Seperti isu rush money yang terlontar dari medsos, mestinya Polri teliti data dan faktual yang ada. Apakah memang ada penarikan dana yang luar biasa dari masyarakat, bagaimana tingkat kesehatan perbankan?,” ujar Enny.

Mestinya lanjut pengamat ekonomi itu, itu dijadikan acuan, jangan aparat penegak hukum ikut-ikutan mengatakan bahwa ada potensi instabiltas dengan isu makar.

“Jadinya kan lucu karena pemerintah seperti tidak punya data dan seperti kata Kapolri bahwa data mereka dapatkan dari medsos dan google,” jelas Enny. (Fajar)

loading...
Click to comment
To Top