Akom: Proses Pergantian Ketua DPR Jangan Sampai Benjol-benjol – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Politik

Akom: Proses Pergantian Ketua DPR Jangan Sampai Benjol-benjol

Ade Komarudin

Ketua DPR



Kompas/Heru Sri Kumoro (KUM)

15-01-2016

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Ketua DPR Ade Komarudin menginginkan proses pergantian ketua DPR dari dirinya kepada Ketua Umum Golkar Setya Novanto, harus taat aturan dan dijalankan dengan baik.

Bahkan, dia sudah menyampaikan kepada dua Wakil Ketua DPR, Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

Pengambilan keputusan soal pergantiannya harus dilakukan secara bulat, tidak ada yang benjol alias alasan yang dicari-cari.

“Saya bilang kemarin pada saudara Fadli, Fahri, jangan sampai nanti benjol. Jadi keputusannya harus bulat. Benjol kan nggak bagus,” kata politikus yang akrab disapa Akom di kompleks Parlemen Jakarta, Selasa (29/11).

Karena itu, surat partai dan fraksi Golkar ke pimpinan dewan, akan diproses sesuai aturan.

Dia bahkan menjamin tidak melenceng dari mekanisme yang ada di DPR.

“Artinya kalaupun terjadi apa-apa dengan saya, prosesnya dijalankan dengan baik sesuai aturan. Tidak boleh benjol-bejol,” tegasnya lagi.

Hal ini disampaikan politikus asal Jawa Barat itu, karena curiga ada upaya mencari-cari kesalahannya.

Seperti pengaduan dari Komisi VI DPR ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait pembagian kewenangan dua komisi dalam memutuskan Penyertaan Modal Negara (PMN).

Padahal, lanjut Akom, apa yang dilakukannya sudah sesuai aturan, bahwa pembahasan PMN harus melibatkan dua komisi yakni VI dan XI.

Alasannya, PMN perlu persetujuan Menteri Keuangan yang merupakan mitra komisi keuangan.

“Jadi tidak bisa hanya Komisi VI, harus libatkan komisi XI. Sekarang saya diadukan, rapopo. Nanti saya akan jelaskan. Saya tidak merasa (salah). Kelihatan tanda petik diada-adain (kesalahan itu). Tapi biar publik yang menilai. Saya akan hadapi, ikuti dengan baik,” pungkasnya.

loading...
Click to comment
To Top