Bujubuneng.. Lagi Asik Masak, Brukkk! Dapur Hilang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Bujubuneng.. Lagi Asik Masak, Brukkk! Dapur Hilang

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA- Hujan deras bisa menyebabkan banjir, sudah lumrah terjadi di Kota Samarinda. Nah, bagaimana kalau hujan menyebabkan dapur hilang. Bahkan, 12 motor dibuat tertimbun.

Ya, hujan deras sore kemarin (17/11) sekitar pukul 17.00 Wita, membuat seluruh warga memilih berdiam diri di rumah. Begitu pula dengan Mislika, warga Jalan Suwandi, Samarinda Ulu. Karena tak banyak yang bisa dikerjakan, wanita 40 tahun itu memilih memasak di dapurnya untuk menyiapkan santap malam bagi keluarganya.

Di tengah kesibukannya memasak, Mislika dibuat kaget dengan suara gemuruh di dapurnya. Awalnya ia tak tahu suara apa yang dia dengarnya. Tapi setelah lama kelamaan dan semakin nyaring, Mislika akhirnya tahu suara itu berasal dari bagian dinding dapur yang retak.

Takut dengan suara serta kondisi dapurnya yang retak, Mislika bergegas memberitahu suaminya yang sedang bersantai di ruang depan. Bukannya merespon cepat, suami Mislita malah menganggap istrinya dengan bercanda.

“Saya tetap kasih tahu dan kami sama-sama lihat ke belakang (dapur, Red),” kata Mislika.

Belum sampai di bagian dapur, Mislika dan suaminya terkejut. Bagian dapur rumah mereka sudah menghilang. Dapur rumah itu longsor.

“Saya kaget, ini saja masih gemetaran,” tutur Mislika yang masih panik.

Khawatir longsor semakin parah, Mislika dan suaminya bergegas memindahkan harta benda yang masih bisa diselamatkan. Barang tersebut kemudian diletakan ke tempat yang lebih aman.

“Setelah itu suami saya langsung memberi tahu tetangga,” ujar Mislika.

Longsor yang terjadi begitu cepat itu menyebabkan 12 unit motor yang berada di bawah lereng bukit tertimbun tanah. Salah satunya yakni milik Krisandi seorang mahasiswa salah satu pergurian tinggi di Samarinda.

“Motor saya Honda Scoopy. Saya parkir di areal jemuran kontrakan. Saya sudah tidak tahu lagi bentuknya bagaimana,” tutur pemuda 21 tahun itu.

Di tengah kepanikan dan guyuran hujan, sejumlah petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda dan relawan tiba di tempat kejadian. Petugas langsung melakukan evakuasi warga terutama keluarga Mislika.

Tercatat tiga kepala keluarga (KK) dan 14 jiwa terpaksa mengungsi. Sebanyak empat bangunan rumah rusak dan 12 motor tertimbun tanah.

“Untuk evakuasi lanjutan akan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait dan rencananya besok (hari ini) dilakukan,” tutur petugas Bidang Tanggap Darurat dan Evakuasi, Pengelola Data Kebencanaan, BPBD Kota Samarinda, Nanang Arifin. Lokasi longsor persisnya terjadi di jalan Suwandu, Blok B, RT 22 dan RT 23, Kelurahan Gunung Kelua, Samarinda Ulu. (kis/oke/nha)

 

Click to comment
To Top