Dari Maklumat Sampai Ancam Pengusaha Bus, Tetap Tidak Mempan, Akhirnya Kapolri Doakan Aksi Demo 212 – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Dari Maklumat Sampai Ancam Pengusaha Bus, Tetap Tidak Mempan, Akhirnya Kapolri Doakan Aksi Demo 212

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Meski ditentang kepolisian, masyarakat makin ngotot turun ke jalan untuk aksi lanjutan bela islam jilid III yang dikenal dengan aksi 212. Setelah diancam dengan surat maklumat dari Kapolri, sampai pelarangan pengusaha bus untuk meminjamkan mobilnya kepada demonstran, masyarakat justeru makin semangat datang ke Jakarta.

Terbaru, mereka sampai melakukan jalan kaki beramai-ramai sampai ke Jakarta yang jaraknya hingga ratusan kilometer. Melihat kondisi ini, belakangan polisi mulai luluh.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian kemudian mengaku tidak antipati terhadap umat Islam untuk melakukan ibadah zikir dan Shalat Jumat pada 2 Desember 2016. Bahkan, Tito mendoakan agar massa aksi 212 mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya.

Menurut Tito, kebebasan berpendapat di muka umum adalah hak setiap warga negara, namun tidak absolut. Sebab, ada beberapa batasan yakni tidak mengganggu kepentingan umum dan hak azazi orang lain. Apalagi dilaksanakan pada hari Jumat yang bisa dibayangkan terjadi macet bila jalan protokol ditutup.

“Itu akan terjadi kemacetan luar biasa. Kalau dibilang cuma satu hari, ya besok akan jadi preseden. Minggu berikutnya ada unsur lain, pengen shalat di situ juga. Kalau ditolak alasannya ga boleh, kenapa yang itu boleh,” kata Tito di Kantor MUI Pusat, Senin (28/11/2016).

Tito mengatakan, dia tidak bermaksud antipati terhadap umat Islam dengan mengeluarkan maklumat kepada masyarakat agar tidak ikut aksi 212. Namun sebagai kapolri, dia punya tanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum.

“Tanpa bermaksud berantipati terhadap umat Islam karna saya sendiri juga Islam. Hanya masalah pakaian saja, tugas dan tanggung jawab. Tapi kalau sudah dibuka baju ini, sama semua Tuhannya sama, syahadatnya sama, nabinya sama,” tandasnya.

Tito bersyukur hari ini (28/11/2016) ada komunikasi yang bagus dengan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) dan mendapat solusi Monumen Nasional (Monas) menjadi tempat aksi 212.

Tito meminta kepada seluruh Perusahaan Otobus (PO) di daerah-daerah agar dapat mengantar warga yang ingin ikut Aksi Bela Islam III.
Kemudian kepada warga Jakarta untuk tidak perlu khawatir, karena sudah menjadi komitmen penyelenggara melaksanakan aksi super damai tanpa anarkis.

“Saya berdoa semua berjalan lancar. Niat ibu bapak yang tergabung dalam kegiatan ini (aksi 212) Insya Allah dapat pahala sebanyak-banyaknya,” pungkas Tito. (yud/pj1)

Click to comment
To Top