Demi Menjaga Surga di Barat Indonesia, Ini yang Dilakukan PT Pulau Bawah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Budaya & Pariwisata

Demi Menjaga Surga di Barat Indonesia, Ini yang Dilakukan PT Pulau Bawah

FAJAR.CO.ID KEPRI – Surga bawah laut dan alam Indonesia ternyata tidak hanya ada di timur Indonesia, tapi ada juga di kawasan barat negeri ini.

Gugusan pulau, biota laut dan segala macam keindahan lingkungannya ternyata tak kalah indah dengan Wakatobi mauapun Raja Ampat.

Yakni, gugusan Pulau Bawah yang secara administratif masuk dalam Desa Siabu, Kecamatan Siantan Selatan.

Daerah ini masuk dalam Kabupaten Anambas, provisi Kepulauan Riau hasil pemekaran Kabupaten Natuna.

Di Pulau Bawah terdapat 6 pulau dan 13 pantai. Namun, dari semuanya, hanya 1 pulau dan 1 pantai saja yang dikembangkan.

Hal itu dilakukan oleh PT Pulau Bawah demi menjaga kelestarian lingkungan, selebihnya dibiarkan tetap alami.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Fajar.co,di di Pulau Bawah, terdapat ekosistem hayati seperti terumbu karang, ikan karang yang terdiri dari 18 famili, dan vegetasi pantai.

Direktur Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat PT Pulau Bawah Aji Sularso mengungkapkan, pengembangan resort berbintang 7 di Pulau Bawah, secara konsep merupakan terobosan baru di Indonesia.

 

anambas-3

Karena itu, lanjut Aji, ini merupakan bentuk penerapan pertama ekowisata di sebuah Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) sebagai Taman Wisata Perairan (TWP) di Indonesia.

“Sebelumnya kan belum ada yang memanfaatkan zona pemanfaatan di KKPN,” kata Aji.

Menurut Aji yang pernah duduk sebagai Dirjen Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan di KKP ini, pemerintah sampai saat ini belum memiliki konsep jelas ekowisata yang bisa diterapkan di zona pemanfaatan terbatas untuk wisata tersebut.

Karena itu, kesuksesan penerapan konsep ecowisata di Pulau Bawah akan bisa jadi contoh di wilayah konservasi perairan lainnya di Indonesia.

“Sederhanaya, konsep ini akan membuat aspek bisnis pariwisata sejalan dengan penerapan konservasi. Jadi bisnis untung, konservasinya juga berjalan bagus,” paparnya.

Karena itu, Aji menegaskan, pihaknya selalu memberikan pendidikan konservasi kepada warga yang bekerja di pembanguan resort itu.

Sebagai resor bertema konservasi, Aji juga memastikan bahwa pihaknya akan ikut menjaga keberadaan biota laut di sekitar gugusan pulau Bawah.

Selain itu, PT pulau Bawah juga tidak berhenti untuk terus mengkampanyekan perikanan yang ramah lingkungan kepada warga di sekitar pulau.

“Dulu sebelum kami datang, banyak warga yang menangkap ikan dengan cara dibom. Tapi setelah kita berikan pemahaman Alhamdullilah sudah tidak ada, terumbu karang juga sudah tumbuh sehat, dan ikan sudah banyak yang datang,” jelas Aji.

Selain meng-edukasi warga lokal, Aji juga menerapkan batas maksimal bagi turis yang nantinya akan menginap di resort pulau bawah.

Hal ini demi menjaga, kealamian Pulau Bawah, karena itu, hanya dibangun 35 villa berkapasitas maksimal masing-masing untuk dua orang saja, atau total mencapai 70 orang saja.

Tujuanya, dengan semakin sedikit pengunjung di pulau, maka potensi untuk mengalami kerusakan semakin berkurang.

“Nantinya, semua tamu juga dibekali kampanye konservasi. Sebab, Pulau Bawah itu masuk kategori pulau kecil dan ada dalam zona pemanfaatan pariwisata,” tandas Pria yang pernah bertugas di Kapal Selam selama 8 tahun itu.

Soal penggunaan energi dan manajemen sampah, Aji menuturkan, PT Pulau Bawah akan menggunakan energi terbarukan, dari biogas dan solar.

“Begitupun soal sampah kita sangat memperhatikan itu, jadi kita sedang kembangakan cara alami pendau ulang sampah,” tuturnya.

Patut diketahui, melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 37/2014 tanggal 15 Juli 2014, Perairan Anambas seluas 1.262.686 hektare (ha) masuk dalam kawasan konservasi dan ditetapkan sebagai TWP.

Click to comment
To Top