Mengeluh Sakit Digigit Binatang! 2 Hari Kemudian Langsung Tewas Misterius – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Mengeluh Sakit Digigit Binatang! 2 Hari Kemudian Langsung Tewas Misterius

mayat
ilustrasi

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA –  Suseno ditemukan sudah terbujur kaku dengan posisi terlentang di lantai  kantin di sekitar Taman Budaya, Jalan Kemakmuran, Sungai Pinang, Sabtu (26/11) sekitar pukul 14.30 Wita. Pria berusia 43 tahun warga Jalan A Yani Gang Masyarakat Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang yang keseharian bekerja sebagai penjaga kantin. Pertama kali ditemukan oleh para remaja yang kebetulan sedang berlatih tari tak jauh dari kantin.

“Beliau memang sehari-harinya sebagai penjaga kantin, dan tidurnya pun disitu,” ucap Erman.

Ermin mengatakan, sebelum ditemukan tewaskKorban (Suseno, Red) memang sempat mengeluh sakit di lengan sebelah kiri kepada mereka. “Katanya dua hari yang lalu tangannya digigit binatang, seperti laba-laba,” ucap Ermin.

Namun korban tidak langsung membawa bekas gigitan tersebut ke puskesmas atau pun dokter. Malah mengobatinya dengan minyak goreng saja.

“Pernah sampai muntah-muntah. Tapi tetap tidak mau dibawa berobat ke dokter atau rumah sakit,” tambah Ermin.

Pada Sabtu pagi pukul 07.00 Wita saat Ermin dan rekan-rekannya hendak latihan menari. Mereka menuju kantin tempat biasa korban tidur. Saat itu Ermin dan rekannya melihat korban tidur terlentang di lantai dengan beralas tikar dari sela-sela dinding kantin. Dengan mengenakan kaos hitam berselimut sarung.

Tak ingin membangunkan korban yang dikira sedang tertidur. Ermin dan rekan-rekannya mengambil kain yang digunakan untuk menari dengan menggunakan kayu dari sela-sela jendela kantin dan meneruskan kegiatan mereka.

Namun, sekira pukul 14.00 Wita rupanya korban tidak kunjung bangun dari tidurnya. Saat Ermin kembali menengok ke dalam kantin. Dirinya melihat korban tetap pada posisi tidur semula.

“Saat siang itu saya datang, di sekitar kepala korban terdapat banyak sekali semut. Dan beberapa serpihan makanan di sampingnya,” kata Ermin.

Sesekali Ermin memanggil nama korban, namun tidak ada jawaban sembari mengetuk pintu kantin dengan maksud membangunkan korban yang tertidur. Beberapa kali dipanggil dan beberapa kali pula diketuk pintu kantin rupanya korban tidak bangun.

Merasa penasaran bercampur khawatir. Ermin pun memnaggil rekan-rekannya yang lain dan bersama-sama mendobrak pintu kantin.

“Kami sudah teriak-teriak dari luar kantin memanggil namanya juga tidak ada sahutan, ya terpaksa kami dobrak beramai-ramai,” ucapnya lagi.

Saat pintu berhasil di dobrak. Alangkah terkejutnya Ermin dan rekan-rekannya saat dilihat wajah korban sudah membiru, dengan mulut mengeluarkan lendir. Dan diduga pria yang dikenal mereka tersebut sudah tewas.

Selang tak berapa lama. Petugas dari Mapolsek Samarinda Utara datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan membawa korban ke RSUD AW Sjahranie untuk menjalani visum.

Kapolsekta Samarinda Utara Kompol Erick Budi Santoso melalui Kanit Reskrim Ipda Wawan Gunawan, membenarkan atas ditemukannya sesosok mayat laki-laki di dalam kantin di sekitar Taman Budaya. ”Dari hasil pemeriksaan sementara, masih belum ditemukan bukti-bukti kekerasan di tubuh korban, kasus tersebut masih kita dalami dengan memanggil beberapa saksi,” singkat Wawan. (fajar/kis/KPG)

loading...
Click to comment
To Top