Sesuai UU, Ahok Harusnya Ditahan, Ahok Diistimewakan? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Jabodetabek

Sesuai UU, Ahok Harusnya Ditahan, Ahok Diistimewakan?

anggota-dprd-dki-ahok-marah-marah-jaim-kasihan-juga-sama-warga

TERSANGKA Penistaan agama, Basuki T Purnama atau Ahok, dinilia telah melanggar ketentuan hukum dalam masa ‘penangguhan’ penahanan. Untuk itu, Kepolisian didesak agar menahan Calon Gubernur DKI jakarta itu.

Jika Polri tetap membiarkan Ahok bebas di luar tahanan, maka Polri dinilai menerapkan standar ganda dalam penegakan hukum. Hal ini sangat disayangkan oleh Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta Pane, sebab Polri bersikap seolah mengistimewakan Ahok

“Ada pihak yang belum jelas kesalahannya, polisi langsung main tahan. Sementara Ahok tidak ditahan padahal sesuai undang-undang harusnya segera ditahan. ,” ujar Neta, melalui keterangan tertulis, dilansir Rmol (Jawapos grup/Fajar), pada Selasa, (29/11).

Dalam UU, jelas Neta, seorang tersangka bisa tidak ditahan dengan tiga alasan, yakni tidak berpotensi melarikan diri, tidak berpotensi menghilangkan barang bukti, dan tidak berpotensi mengulangi perbuatannya.

Namun, di matanya Ahok telah mengulangi perbuatan yang tidak menyenangkan dengan cara menuding demonstran Aksi Bela Islam II pada 4 November lalu sebagai massa bayaran. Akibatnya, Ahok kembali dilaporkan ke polisi oleh mereka yang merasa dituduh.

“Dengan dasar ini, Polri sudah bisa segera menahan Ahok. Apa yang dilakukan Ahok itu sudah terkatagori mempersulit penyidik,” tegasnya.

Sudah saatnya Polri bersikap tegas kepada Ahok agar tidak repot mengatasi ulah Ahok yang meresahkan sebagian publik. Neta pun mengingatkan Polri agar tidak mengistimewakan Ahok alias pasang badan untuk Ahok.

“Jangan gara-gara Ahok aparatur Polri di lapangan berbenturan dengan rakyat. Jangan gara gara Ahok, elite politik bertikai dan muncul kegaduhan. Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI jangan sampai terkoyak karena mulut Ahok,” kata Neta.

“Jika Ahok tidak segera ditahan, gelombang protes akan terus bermunculan,” pungkasnya. (Rmol/fajar)

loading...
Click to comment
To Top