Usai Injak Kepala Wasit, Budi Eka Putra: Jujur Saya Khilaf… – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Bola

Usai Injak Kepala Wasit, Budi Eka Putra: Jujur Saya Khilaf…

FAJAR.CO.ID, MEDAN – Budi Eka Putra, pemain yang menginjak kepala wasit Cholid Dalyanto mengaku menyesali perbuatannya. Selain meminta maaf atas perbuatan tidak terpuji itu, ia juga membeberkan penyebab dirinya bersama rekannya melakukan protes keras.

’’Saya sangat menyesali perbuatan saya kepada wasit itu (Cholid, Red). Jujur, waktu itu saya sangat khilaf,’’ kata Budi, dilansir Jawapos (Fajar Group).

Pemain 26 tahun itu pun berharap tidak ada lagi pemain lain yang meniru apa yang telah dia lakukan. ’’Di mana pun dan kompetisi level apa pun. Sungguh, perbuatan yang saya lakukan tak patut dicontoh,’’ imbuhnya.

Karena itu, Budi berencana mengirim surat permohonan maaf kepada Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi. ’’Saya ingin meminta maaf dan meminta pengampunan atas insiden kemarin. Saya berjanji tidak akan mengulanginya,’’ ujarnya.

Budi yang sebenarnya pemain cadangan dalam laga itu menyebut tindakannya tersebut ’’spontanitas’’. Dalam artian, kakinya menginjak kepala Cholid karena tak mampu mengerem lari saat berusaha mendekati wasit asal Jogjakarta tersebut.

Ketika itu, lanjut Budi, Cholid sudah terjatuh karena dorongan pemain PS Benteng lainnya. ’’Itu spontanitas saja. Kalau saja saya berniat untuk menginjak kepala wasit, mestinya saya melakukannya beberapa kali. Tapi, itu kan tidak saya lakukan,’’ tuturnya.

Menurut Budi Eka Putra, dirinya bersama rekan-rekan di bench emosional karena tidak terima dengan beberapa keputusan wasit yang dinilai tidak adil. Salah satunya adalah hadiah penalti yang diberikan Cholid kepada tuan rumah beberapa menit setelah kickoff.

Padahal, lanjut Budi, ketika itu pemain yang melakukan handsball di dalam kotak penalti PS Benteng adalah pemain Persiku Kudus. Contoh lain, ketika Joko, salah seorang pemain PS Benteng, ditekling keras dengan dua kaki hingga tersungkur ke luar lapangan. Tapi, tak ada peringatan apa pun kepada pemain Persiku yang melakukan.

Sementara itu, wasit Cholid menerima permintaan maaf dari Budi. Hanya, dia tetap meminta Budi bisa menjalani hukuman yang sudah diberikan panitia disiplin.

Terkait beberapa keputusan yang dinilai tidak adil, Cholid meyakini keputusan yang dia ambil tersebut sudah benar dan sesuai dengan yang terjadi di lapangan. ’’Misalnya soal penalti. Saya melihat sendiri ada handsball yang dilakukan pemain Benteng. Dari situ, saya langsung mengambil keputusan,’’ jelasnya. (Fajar/jpg/pojoksatu)

Click to comment
To Top