Itulah Hebatnya SBY Bermain Politik – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Politik

Itulah Hebatnya SBY Bermain Politik

Presiden Indonesia, Joko Widodo bersama ketua umum DPP Partai Demokrat pada Kongres IV partai Demokrat di Hotel Shangri-la Surabaya, Jawa TImur, kemarin, Selasa (12/5/2015).FOTO:Dipta Wahyu/Jawa Pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Strategi Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pelaksanaan pemilihan Gubernur DKI Jakarta dinilai ampuh. Terbukti, sejak kasus dugaan penodaan agama yang menjerat calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengemuka, elektabilitas Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusung Partai Demokrat untuk pilkada DKI terus meningkat.

Bahkan berdasar survei terakhir yang dilaksanakan Indikator Politik Indonesia dan Poltracking Indonesia, elektabilitas Agus Yudhoyono menempati posisi teratas mengalahkan Ahok -sapaan akrab Basuki- dan Anies. Menurut mantan politikus PD Tridianto, survei terkini tentu membuat SBY semakin percaya diri.

“Terbukti punya strategi yang tepat menjadikan anaknya sebagai gubernur DKI Jakarta. Makanya makin berani secara terbuka mengkritik cara Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo, red) menangani kasus Ahok,” tutur Tridianto, Rabu (30/11).

Bekas ketua DPD PD Cilacap yang dikenal sebagai pendukung Anas Urbaningrum itu mengatakan, SBY tidak lagi hanya mengkritik Jokowi secara terbuka. Sebab, Presiden RI Keenam itu juga memberi nasihat ke pemerintahan saat ini.

“Beliau (SBY,red) bahkan memberikan analisis adanya ancaman terhadap pemerintahan Pak Jokowi. Di satu sisi, saya kira itu merupakan cara Pak SBY membersihkan namanya atau klarifikasi. Tapi di sisi lain, memberikan teka-teki tentang ancaman politik terhadap Pak Jokowi,” kata Tridianto.

Pria yang sebelumnya dikenal sebagai pengusaha jamu itu pun menduga upaya-upaya yang dlakukan SBY justru untuk menjaga situasi politik agak tetap panas. Dengan demikian, kata Tridianto, elektabilitas Agus yang juga putra sulung SBY semakin menanjak hingga saat  hari pencoblosan pilkada DKI pada 15 Februari 2017.

“Naiknya Agus (sebagai gubernur nantinya,red) dijadikan oleh Pak SBY sebagai simbol kemenangan Cikeas dan kekalahan istana dan Bu Mega (Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, red). Itulah hebatnya Pak SBY dalam bermain politik,” tutur Tridianto mengakhiri analisisnya. (Fajar/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top