Kasihan.. Ditolak Kos-kosan Karena Penyakit TB, Akhirnya Ibu ini Terlantar dan Meninggal Dunia – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Kasihan.. Ditolak Kos-kosan Karena Penyakit TB, Akhirnya Ibu ini Terlantar dan Meninggal Dunia

DITOLAK KOS-KOSAN: Nurhayati (alm) pasien Tb kategori 3 sempat terlantar karena banyak pemilik kos-kosan yang menolak akibat penyakit menular yang dideritanya. Ketika ada yang menerima, Nurhayati meninggal pada di hari kepindahannya ke kos yang baru. (IST)

DITOLAK KOS-KOSAN: Nurhayati (alm) pasien Tb kategori 3 sempat terlantar karena banyak pemilik kos-kosan yang menolak akibat penyakit menular yang dideritanya. Ketika ada yang menerima, Nurhayati meninggal pada di hari kepindahannya ke kos yang baru. (IST)

FAJAR.CO.ID, BONTANG– Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkolosis Indonesia (PPTI) Bontang, Hafidah Basri Rase belum mengetahui adanya kasus penderita Tb yang terlantar hingga meninggal. Sebelum meninggal, Nurhayati (51) yang menderita Tb kategori 3 sempat ditolak beberapa kos-kosan karena khawatir penyakit Tb-nya menular ke warga lainnya.

Hafidah mengaku tidak mengetahui kejadian yang menimpa Nurhayati (51), pasien Tb yang terlantar dan telah meninggal. “Sejauh ini belum ada pelaporan ke saya, dan saya tidak tahu,” kata Hafidah saat ditemui di sela-sela acara peresmian Posyandu Berbas Pantai, Senin (28/11) kemarin.

Namun dilanjutkan Hafidah, karena PPTI baru dilantik, ujung tombak yang bergerak di lapangan adalah pihak Puskesmas, dan dirinya merasa yakin jika pengurus PPTI lainnya pun sudah mengetahui permasalahan tersebut. “Pihak Puskesmas sebagai pengurus terdepan PPTI, saya kira mungkin Puskesmas sudah mengetahui masalah ini,” ujar Hafidah, yang membenarkan jika pengurus PPTI belum ada koordinasi masalah pasien Tb yang meninggal tersebut.

Dikatakan Hafidah, langkah yang akan dilakukan PPTI terkait masalah ini, adalah segera mencari keberadaan anak almarhum Nurhayati, Febry Ramadana (16) yang dicurigai besar kemungkinan juga tertular Tb, karena melihat kondisi tubuh anak tersebut yang sangat kurus.

Selain itu, juga akan mencari cucu almarhum, yang masih sekolah kelas 6 SD dan juga belum diketahui keberadaanya. Mengetahui hal tersebut, Hafidah menyatakan, ia akan segera koordinasi dengan pengurus PPTI untuk mencari keberadaan cucu dan anak almarhum. Selain itu, kesehatan mereka pun harus di cek apakah mereka juga mengidap penyakit Tb ataukah tidak. Jika terbukti, maka akan dilakukan pengobatan rutin.

“Mana kita tahu ada masalah serius seperti ini, tidak ada laporannya ke saya. Tapi saya akan segera koordinasi dengan pengurus lainnya, untuk mencari keberadaan anak dan cucunya. Kita harus mencari dan kita amankan karena takutnya akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dan ini harus segera dilakukan,” kata Hafidah.

Informasi yang dihimpun, menurut Pekerja Sosial (Peksos) Dinsos Kota Bontang Suratmi, keberadaan anak dan cucu almarhum saat ini tidak diketahui, karena hidupnya numpang. Sebelumnya tinggal yakni di RT 17 Berbas Pantai dan diusir karena mengidap penyakit menular Tb. Pihak Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Bontang sendiri, kesulitan mencari tempat tinggal sementara bagi Nurhayati (almarhum).

Disebutkan bahwa Nurhayati sempat ditangani oleh P2TP2A, yang kemudian dirujuk ke Rumah Singgah LK3 pada (1/11) bersama anak dan cucunya, untuk fasilitasi transport ke RSUD Bontang. Karena klien tak bisa tinggal lama di rumah singgah, maka akan dicarikan kosan, dan sebelum hari Pahlawan, hasil diagnosa dokter menyebutkan bahwa Nurhayati mengidap Tb akut. Sempat ngedrop (7/11) akhirnya dibawa ke RSUD Bontang, setelah kondisinya agak membaik, Nurhayati pun dipulangkan kembali ke Rumah Singgah (24/11).

Tetapi, karena tidak bisa tinggal lama di Rumah Singgah, LK3 pun mencarikan kos-kosan dan banyak yang menolaknya. Akhirnya ada yang mau menerima di wilayah Kelurahan Gunung Telihan, Nurhayati pun dipindahkan pada Sabtu (26/11). “Malamnya Nurhayati meninggal dunia sekira pukul 21.00 Wita,” ungkapnya. Pemakaman pun dilakukan pada Minggu (27/11) dan mendapat bantuan biaya dari LAZ PKT.(mga)

loading...
Click to comment
To Top