Kecelakaan Maut, Leher Hingga Mulut Tertusuk Setang Motor – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Kecelakaan Maut, Leher Hingga Mulut Tertusuk Setang Motor

Ilustrasi Kecelakaan

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Nasib nahas menimpa Aman (bukan nama sebenarnya, Red). Senin (28/11) pria 60 tahun itu mengalami kecelakaan fatal di Sidoarjo. Akibatnya, setang sepeda motor menancap di leher hingga rongga mulut.

Pada pukul 14.00 Senin lalu, Aman dirujuk ke IGD RSUD dr Soetomo Surabaya. Dia diberangkatkan dari RSUD Sidoarjo. Di bawah dagu Aman, terlihat rem tangan dan besi setang yang kabel remnya menjulur ke bawah. Aman memegangi ujung bawah stang untuk menjaga agar tidak goyang. Untuk menahan, dokter memasangkan kain kasa yang diplester di daerah leher.

Saat itu mulutnya tidak bisa menutup. Untuk membantu napas, Aman menggunakan masker oksigen. Begitu sampai di IGD RSUD dr Soetomo, dia ditempatkan di ruang resusitasi. Tidak lama berselang, tim dokter mengantarkan Aman ke meja operasi. ”Pasien terlambat dikirim ke RSUD dr Soetomo. Akibatnya, terjadi episoda hipoxia,” tutur dr Pesta Manurung, dokter anestesi yang menangani Aman di IGD RSUD dr Soetomo.

Episoda hipoxia merupakan kurangnya pasokan oksigen bagi tubuh untuk menjalankan fungsi normal. Salah satu risikonya adalah otak, hati, dan organ akan rusak dengan cepat.

Menurut petugas rekam medis, Aman berada di RSUD Sidoarjo sejak pagi. Pukul 07.46 Aman dirontgen. Namun, dia baru sampai di RSUD dr Soetomo pukul 14.00. Pukul 15.00 tim dokter mengerjakan operasi pelepasan setang di leher Aman.

Hingga pukul 17.00 kemarin (29/11), Aman belum sadarkan diri. Pesta menyatakan, hal itu disebabkan episoda hipoxia yang dialami Aman. ”Lukanya bisa ditangani,” tutur dokter yang menjabat kepala PKRS & humas RSUD dr Soetomo tersebut.

Sementara itu, Ketua Forum Pers RSUD dr Soetomo dr Urip Murtedjo menjelaskan bahwa pasien ditrakeostomi. Cara tersebut bertujuan membuat lubang di saluran udara di leher. Tujuannya, memasukkan pipa untuk membantu pasien yang sulit bernapas dan mengalami penurunan kadar oksigen yang signifikan. ”Keuntungan trakeostomi bisa membius pasien. Diharapkan, mudah disapih dari respirator agar bernapas mandiri,” tutur Urip.

Spesialis bedah kepala leher itu menerangkan bahwa rongga mulut yang tertembus setang tersebut mengakibatkan pendarahan yang cukup banyak. Darah pun menutup jalan napas. Sialnya, hal tersebut terjadi sebelum Aman sampai di ruang resusitasi IGD RSUD dr Soetomo.”Setang itu tidak dicabut adalah cara yang bagus,” tutur mantan kepala IGD RSUD dr Soetomo tersebut. Sebab, setang motor yang masih menempel berfungsi sebagai tampon atau penyumbat darah. Kalau dilepas, bisa dipastikan akan terjadi pendarahan hebat. ”Bisa susah dihentikan,” imbuhnya.

Setelah dioperasi, Aman ditempatkan di ruang observasi intensif (ROI) hingga kemarin. Di hidungnya, masih ada slang yang berfungsi membuang darah yang keluar. Dagu Aman diperban. Di bawahnya, pipa respirator menancap di lubang trakeostomi. Kepala Aman mendongak. Dia tidak sadar. (Fajar/JPG)

loading...
Click to comment
To Top