Makan Malam Sama-sama, Pagi-paginya Malah Tepar Ramai-ramai, 12 Karyawan Masuk Rumah Sakit – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Makan Malam Sama-sama, Pagi-paginya Malah Tepar Ramai-ramai, 12 Karyawan Masuk Rumah Sakit

GANGGUAN PENCERNAAN: Salah satu pasien yang diduga keracunan, mendapat perawatan intens di RSUD dr Abdul Rivai, Senin (28/11).

GANGGUAN PENCERNAAN: Salah satu pasien yang diduga keracunan, mendapat perawatan intens di RSUD dr Abdul Rivai, Senin (28/11).

FAJAR.CO.ID, TANJUNG REDEB – Sebanyak 12 karyawan salah satu perusahaan tambang batu bara di Berau, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, sejak Minggu (27/11) hingga Senin (28/11). Diduga, 12 karyawan perusahaan tambang tersebut mengalami keracunan.

Salah satu karyawan yang masih menjalani perawatan di RSUD, Sarwani, menceritakan jika pada Sabtu (26/11) lalu, saat dirinya dan rekan-rekannya bertugas malam di lokasi tambang, bekerja seperti biasa dan makan bersama-sama setelah mendapat makanan katering dari mitra perusahaan tempatnya bekerja.

Minggu (27/11) pagi, Sarwani dan rekannya pulang ke rumah. Sekira pukul 10.00 Wita, dirinya mengeluh sakit perut yang melilit. Setelah itu, ia meminta tolong istrinya untuk diantar ke dokter guna memeriksakan sakit perut yang dikeluhkannya. Namun, walau sudah ke praktik dokter, sakit perut yang diderita Sarwani tak kunjung membaik hingga keesokan harinya.

“Sakit perut, waktu buang air besar (BAB) susah, yang ke luar cair dan berwarna merah kaya darah. Karena makin parah, saya dibawa istri ke rumah sakit tadi sore (kemarin, red) dan langsung ditangani dokter di IGD,” tutur Sarwani kepada Berau Post, kemarin (28/11).

Setelah ditangani di IGD, Sarwani diberi obat untuk mengurangi rasa sakit di perut dan disuntik. Kemudian diambil darahnya untuk dicek di laboratorium. Selanjutnya, Sarwani dipindah ke Ruang Dahlia untuk melanjutkan perawatan.

“Kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan dari dokter seperti apa. Karena dokter juga belum memastikan diagnosanya apa,” ungkapnya didampingi istrinya.

Dikonfirmasi, Humas RSUD dr Abdul Rivai Erva Anggraini menjelaskan, 12 pasien yang diduga mengalami gangguan pencernaan karena keracunan makanan atau minuman, masuk ke rumah sakit tidak bersamaan.

“Kami berdasarkan anamnesa,kemungkinan keracunan lewat minuman, karena mereka sama-sama bilang minum air yang sama,” kata Erva.

Hingga malam tadi, 12 pasien tersebut masih menjalani perawatan. “Taku juga kalau dipulangkan, habis itu terjadi apa-apa. Kami tidak mau itu terjadi. Makanya mereka masih kita tangani di ruang perawatan,” pungkasnya. (*/art/*rus/udi)

loading...
Click to comment
To Top