MKD Klaim Pemberhentian Akom Sudah Sesuai Prosedur – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Politik

MKD Klaim Pemberhentian Akom Sudah Sesuai Prosedur

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) menegaskan,  keputusan untuk memberhentikan Ade Komarudin dari kursi Ketua DPR sudah sesuai aturan yang berlaku di parlemen.

Memang, mahkamah etik itu belum memeriksa Akom namun mereka sudah melayangkan dua kali surat panggilan.

Dari dua kali panggilan itu, Akom tidak hadir. Pemanggilan pertama, legislator asal Jawa Barat itu meminta penjadwalan ulang.

Pemanggilan kedua yang jatuh pada hari ini, Akom mengirimkan sebuah surat yang menyatakan tidak bisa hadir.

Oleh karena itu, dalam rapat majelis permusyawaratan hakim MKD tadi, menyepakati bahwa perkara dua laporan terhadap Akom diambil keputusannya hari ini.

“Terakhir tadi, ada surat yang bersangkutan tidak hadir. Sesuai hukum acara kita, ketika teradu dia dipanggil secara layak maka MKD bisa ambil keputusan secara inabsensia,” kata Wakil Ketua MKD Sarifuddin Sudding di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/11).

Akom telah mengirimkan surat kepada MKD hari ini. Dalam surat tersebut dikatakan bahwa dirinya tidak hadir karena ingin menjalani pengobatan di Singapura.

Terkait alasan ketidakhadiran itu, menurut MKD, surat tersebut tidak bisa menjadi dasar penundaan sidang karena Akom tidak memberi kepastian jadwal pemeriksaan ulang.

“Biasanya diminta dijadwalkan ulang. Tapi dalam surat tersebut tidak ada kejelasan kapan dijdwalkan ulang sehingga dianggap tidak ada kepastian karena agenda MKD masih banyak,” tegas Sudding.

Lagipula kata dia, MKD sudah mendengarkan keterangan sejumlah saksi. Mereka sudah memanggil dua orang deputi di Kementerian BUMN, sembilan Dirut BUMN. Termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Bu Sri Mulyani sudah dipanggil, hadir memberi kesaksian jam enam sampai delapan kemarin malam,” terangnya.

Untuk itu, Sudding mengatakan bahwa dalam rapat pleno permusyawaratan halim tadi, disimpulkan sudah cukup mengambil keputusan untuk dirumuskan.

“Bukan ujug-ujug, memang sudah terjadwal. Bahwa bertepatan sidang parpurna, lain soal,” pungkas Sudding. (Fajar/JPG)

loading...
Click to comment
To Top