Sadis! Habis Jualan Jamu, Lewat Tempat Gelap, Leher Ditebas, Korban Tewas di Tempat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Sadis! Habis Jualan Jamu, Lewat Tempat Gelap, Leher Ditebas, Korban Tewas di Tempat

TERBUJUR KAKU: Anak Mulidin, menjaga jasad ayahnya yang telah kaku.(DESI/ RADAR SAMPIT)

FAJAR.CO.ID, SAMPIT – Aksi pembunuhan terjadi lagi. Kali ini tergolong sadis. Leher korban ditebas hingga tewas di tempat. Pelakunya kemudian melarikan diri dan masih dalam pengejaran kepolisian.

Peristiwa tragis itu menimpa Mulidin. Pria 50 tahun sehari-hari menjual jamu itu direnggut nyawanya di Jalan Kapten Mulyono Gang Masrani Noor, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Minggu (27/11) sekitar pukul 23.30 WIB.

Korban diketahui sudah lama tak berjualan lantaran mendapat informasi bahwa ada yang mengincarnya. Namun, sepekan terakhir korban kembali berjualan. Hingga nasib buruk menghampirinya malam itu.

Saat itu, korban akan pulang ke rumahnya di Gang Masrani Noor. Tiba-tiba ada dua orang yang berboncengan dengan sepeda motor menghampirinya. Keduanya langsung menyerang korban dengan menebaskan senjata tajam ke arah wajah dan leher. Terluka, korban tewas di tempat.

”Kondisi jalannya memang gelap. Secara tiba-tiba pelaku datang berboncengan motor langsung menebas leher korban, lalu langsung melarikan diri,” jelas Wakapolres Kotim Kompol Bronto Budiono, Senin (28/11).

Hingga saat ini kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan. Identitas pelaku belum diketahui. Polres Kotim masih mendalami keterangan saksi yang mengetahui kejadian tersebut, dan berupaya secepatnya berupaya mengungkap kasus tersebut.

”Kasus ini masih kami dalami, semoga secepatnya dapat terungkap dan meringkus pelaku,” ujar Bronto.

Petugas kamar mayat RSUD dr Murjani Sampit, Kastro, menyebut bahwa saat divisum terdapat luka akibat senjata tajam di bagian dagu dan leher korban. Setelah divisum, korban dimandikan, dikafani, dan dibawa keluarganya pulang untuk dimakamkan.

Duka memang masih menyelimuti kediaman korban hingga kemarin. Tak ada yang menyangka pria dengan lima anak dan delapan cucu itu harus kembali kepada sang pencipta begitu cepat. Kemarin, seluruh keluarga berkumpul mengantarkan jenazah korban ke peristirahatan terakhir di Jalan Bumi Ayu.

Martini (45), istri korban, tampak sangat terpukul. Dia belum bisa memberikan keterangan lebih saat Radar Sampit berkunjung. Sementara Marnito (26), putra ketiga korban, hanya berharap kepolisian menangkap pelaku yang kini masih buron.

”Saat Bapak selesai menutup rombong tempat berjualan jamu di depan gang, sekitar pukul 11.00 WIB, kemudian naik motor mau pulang ke rumah. Sementara Mama dan Bibi berjalan kaki menyusul dari belakang,” terang Marnito kepada Radar Sampit di rumah duka, Senin (28/11).

Di saat bersamaan dua pelaku yang belum diketahui identitasnya itu datang mengendarai sepeda motor dari arah berlawanan. Tanpa basa-basi korban ditebas di leher.

”Dua orang itu langsung kabur keluar gang, dan kabur melalui Jalan Kapten Mulyono menuju arah bundaran. Mama dan Bibi melihat itu langsung berteriak, Bapak saat itu sudah tidak ada lagi (meninggal), tidak ada satu kata pun yang diucapkannya,” ungkapnya.

”Tidak ada lampu di jalan. Saksi mata Mama dan Bibi, tetapi cuma bisa melihat dua orang mengendarai sepeda motor, yang di depan menggunakan helm dan di bekalang menggunakan peci atau kopiah warna hitam. Orang itu yang menyerang Bapak,” katanya.

Korban jatuh dan tergeletak di jalan. Warga berkumpul setelah mendengar jeritan dua saksi. Di rumah duka, Marnito menceritakan, kehidupan sehari-hari korban terlihat biasa saja. Sejak pagi hingga sore hari bekerja sebagai tukang bangunan dan pada malam hari membantu istrinya berjualan jamu.

”Tidak pernah cerita jika ada masalah atau musuh. Kesibukannya hanya bekerja, kami masih belum menduga siapa pelakunya. Saat ini kami masih sibuk mempersiapkan acara tahlilan,” ucapnya.

Marnito dan keluarga akan menyampaikan tututan mereka kepada penegak hukum setelah seluruh keluarga berkumpul dan berembuk. Namun untuk saat ini pihaknya hanya berharap agar pelaku segera ditangkap.

”Intinya, semua kami serahkan kepada kepolisian untuk menangkap dan memberi hukuman kepada pelakunya,” tutupnya. (dc/mir/dwi)

loading...
Click to comment
To Top