Ingat! Tim Dilarang Pulang Sebelum Temukan Pembacok Kapolres – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Ingat! Tim Dilarang Pulang Sebelum Temukan Pembacok Kapolres

foto tersangka

FAJAR.CO.ID, KASONGAN – Perburuan terhadap tiga pelaku penganiayaan terhadap Kapolsek Katingan Hulu AKP Abdul Karim SH dan anggotanya Bripda Krisandi yang terjadi Desa Tumbang Sanamang Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan Kamis (24/11) lalu, masih terus dilakukan aparat gabungan dari Polres Katingan dan Polda Kalteng.

Bahkan untuk mempersempit pergerakan ketiga terduga pelaku berinisial LA, MA, dan FE, sebagian akses di wilayah Katingan Hulu kini ditutup oleh Polres Katingan dan Brimob Polda Kalteng. Diduga para pelaku hingga kini masih bersembunyi di dalam hutan.

Kekuatan maksimal diterjunkan pihak kepolisian. Selain anggota Polres Katingan, jajaran Satbrimob dan Ditreskrimum Polda Kalteng juga menyusul menuju lokasi pencarian. Lokasi pencarian difokuskan di sekitar Desa Tumbang Sanamang, Katingan Hulu. Menyisir hutan belantara. Sepertinya pihak aparat masih meyakini jika kawanan pelaku belum kabur ke luar Kecamatan Katingan Hulu.

“Untuk pencarian masih fokus ke sana. Kita belum mengetahui perkembangan terakhirnya karena akses telepon sangat sulit terjangkau,” kata Kapolda Kalteng Brigjen Pol Fakhrizal melalui Dirreskrimum Kombes Pol Gusde Wardana via telepon, Selasa (29/11).

Tim gabungan yang melakukan perburuan terhadap kawanan pelaku tidak akan pulang sebelum menangkap para pelaku. Tekad yang diemban membawa kawanan pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sehingga tidak ada jangka waktu sampai kapan operasi ini akan dihentikan. “Terus dicari sampai dapat. Doakan saja cepat ketangkap,” tegas Gusde Wardana.

Informasi dari warga Desa Tumbang Sanaman, pencarian terhadap para pelaku oleh aparat kepolisian nonstop 24 jam. Di mana setiap personel yang dipimpin sejumlah perwira melakukan patroli secara bergantian di sekitar hutan yang diduga tempat pelarian para pelaku. Akibat belum tertangkapnya tiga kawanan terduga pelaku ini, telah membuat warga di beberapa desa sekitar ketakutan. Bahkan masyarakat juga tidak berani untuk sementara waktu berangkat kerja ke ladang.

“Bisa dikatakan kondisi terutama di beberapa desa yang menjadi lokasi pencarian polisi sedikit mencekam dan membuat warga ketakutan. Sebagian besar masyarakat lebih memilih berdiam diri di rumah,” kata Hadi, salah satu warga di Tumbang Sanaman, ketika dihubungi lewat telepon selulernya, Selasa (29/11).

Selain itu, menurut Hadi, kepolisian juga sempat mendapat sedikit petunjuk. Di mana seorang anak kecil mengaku melihat keberadaan LA dan MA beserta seorang lainnya di Desa Penda Tenggaring Lama pada Sabtu (26/11) lalu. Dari keterangan anak itu, pelaku MA mendapat luka di bagian rusuk dan sedang mencari obat.

“Makanya fokus pencarian polisi itu di antara wilayah Desa Penda Tenggaring Lama dan Desa Penda Tenggaring Baru saja sesuai keterangan anak itu. Jaraknya sekitar 15 menit melalui jalan darat dari Desa Tumbang Sanamang,” ungkapnya.

Dari pantauan Kalteng Pos di sejumlah media sosial, foto dua orang yang diduga sebagai pelaku LA dan MA tersebar. Diduga foto ini memang sengaja disebar pihak Polres Katingan untuk membantu mencari keberadaan para pelaku. Sebab di dalam foto itu tertulis daftar pencarian orang (DPO) Polres Katingan, lengkap dengan nomor telepon jika melihat keberadaan dua orang ini supaya bisa menghubungi ke nomor tersebut. Namun dalam foto itu tertulis, LA dan MA malah sudah berstatus sebagai tersangka Anirat anggota Polri. Sementara penangkapan dan pemeriksaan belum dilakukan.

Terkait dengan penyebaran foto ini, masih belum ada keterangan resmi dari Polres Katingan. Kapolres Katingan AKBP Tato Pamungkas SIK bersama seluruh jajarannya belum memberikan informasi resmi. (eri/ram/ala)

To Top