Misteri Dua Tengkorak Manusia Terungkap! Pria Ini Jawabannya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Misteri Dua Tengkorak Manusia Terungkap! Pria Ini Jawabannya

Polisi mengamankan Eko Susilo, tersangka pembantaian dua temannya. (Mega Asri/Bontang Post)

Polisi mengamankan Eko Susilo, tersangka pembantaian dua temannya. (Mega Asri/Bontang Post)

FAJAR.CO.ID, BONTANG – Akibat gelap mata karena uang dan judi, tersangka Eko Susilo (35) warga Jalan H Damanhuri Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Samarinda Ilir Kota Samarinda tega membunuh dua temannya.

Hal itu merupakan motif pelaku atas ditemukannya dua kerangka manusia atau tengkorak di kilometer 27 jalan poros Bontang-Samarinda, RT 11 Desa Semangko Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) oleh pencari kayu pada 8 November lalu.

Kapolres Bontang, AKBP Andy Ervyn yang menggelar konferensi pers didampingi Wakapolres Kompol Mawan Riswandi, Kasubag Humas Iptu Suyono, dan Kanit Reskrim Iptu Jimun mengatakan, terungkapnya kasus itu berdasarkan hasil kerja keras tim gabungan Unit Jatanras Polda Kaltim yang dipimpin oleh AKP Amran bersama dengan Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Bontang yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Bontang AKP Ade Harri Sistriawan. Mereka berhasil mengamankan Eko dari persembunyiannya di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada Senin (28/11) lalu sekira pukul 17.30 Wita.

Disebutkan Andy, kasus itu terungkap berawal dari informasi masyarakat serta keluarga korban yang merasa kehilangan. Mereka menyebutkan ciri-ciri pakaian korban baik melalui media cetak maupun media sosial yang memberitakan tentang penemuan dua kerangka manusia tersebut. “Informasi awal didapat bahwa salah satu korban merupakan warga SP3 Kota Bangun Kukar,” jelas Andi di Polres Bontang, Selasa (29/11) kemarin.

Akhirnya, tim pun melakukam koordinasi dengan Jatanras Polda Kaltim yang kemudian menyebar anggota untuk mengumpulkan informasi lain terkait identitas korban. Setelah dipastikan bahwa korban merupakan warga Kota Bangun, pihak Jatanras berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Bontang untuk memadukan informasi yang diperoleh tim Jatanras dengan Polres Bontang.

“Setelah cocok, tim pun berangkat ke PPU untuk melakukan penangkapan,” ujarnya.

Disebutkan bahwa, tersangka melakukan perampokan dan pembunuhan berencana atas dua korban yang merupakan temannya. Informasi yang dihimpun, korban pertama atas nama Subahan Nur alias Yusuf yang merupakan sopir truk yang mengangkut muatan kelapa sawit.

Dirinya membawa sawit untuk dijual di Muara Badak. Sebelum pergi, korban mengajak pelaku karena merupakan pengangguran. Hasil penjualan sawit korban mendapat uang sebesar Rp 11 juta. Karena usai menjual, pelaku sempat minum-minuman keras dan tergiur dengan uang hasil penjualan sawit untuk dirinya bermain judi.

“Di perjalan pulang, pada (13/10) silam pelaku pun memukul korban dengan palu hingga akhirnya korban meninggal dan pelaku mengikat leher korban dengan kain dan menggulungnya kemudian membuangnya di Kilometer 27,” ujarnya.

Sementara, truknya dia ambil dan dia pereteli yang kemudian dijual di Tenda Biru. Uang hasil penjualan truk juga digunakan pelaku untuk berjudi. Selang 10 hari berlalu, korban yang hobi berjudi dan minum-minuman keras merasa dirinya aman dan perbuatannya tidak terendus oleh pihak kepolisian, tersangka kembali melakukan pembunuhan.

Korban kedua atas nama Gondo, warga SP 2 Separi Kukar yang dibunuh akibat pelaku kesal selalu ditagih utang senilai Rp 3,5 juta. Korban memiliki mobil Daihatsu Xenia yang kemudian diambil pelaku dan digunakan hingga saat tertangkap polisi.

“Pembunuhan yang kedua, tersangka menggunakan pisau untuk membunuh korban, dan posisinya sama seperti pembunuhan pertama, dibunuh saat tersangka usai minum-minum,” bebernya.

Korban yang sudah meninggal juga dibuang pelaku di kilometer 27 dengan kondisi dibungkus tikar dan disimpan disebelah korban pertama. Melihat pakaian yang masih terpasang di kerangka tersebut, keluarga meyakinkan bahwa mereka kehilangan suami dan anaknya.

“Saat penangkapan tersangka tidak melakukan perlawanan karena memang sudah dikepung,” kata Andy.

Terkait tes psikologis tersangka memang belum dilakukan karena sampai saat ini masih terlihat normal. Tetapi tersangka mengaku bahwa saat melakukan pembunuhan tersangka usai minum-minum. “Tersangka saat ini masih di Polda Kaltim, tetapi nanti akan digeser ke Bontang karena TKP-nya di wilayah hukum Polres Bontang,” katanya.

Terhadap tersangka dijerat dengan KUHP Pasal 338 tentang Pembunuhan Jo Pasal 340 Pembunuhan berencana dan Pasal 365 tentang Pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan orang mati dengan ancaman hukuman mati atau serendah-rendahnya 20 tahun penjara. (mga)

To Top