Modal Semangat, Mahasiswa Komunikasi IAIN Ambon Ini Dirikan Perpustakaan di Desanya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Modal Semangat, Mahasiswa Komunikasi IAIN Ambon Ini Dirikan Perpustakaan di Desanya

15281093_1285664734786888_13303249_n

FAJAR.CO.ID, MALUKU – Hanya bermodalkan semangat, mahasiswa Komunikasi, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Fahrul Kaisuku membangun perpustakaan mini di desanya, Iha-Kulur, Kecamatan Seram Bagian Barat (SBB) Maluku.

Perpustakaan yang diberi nama Rumah Inspirasi (RI) Institut ini sudah berhasil membangkitkan semangat baca bagi anak-anak muda di desa tersebut. Rumah Inspirasi yang di resmikan pada 17 Agustus kemarin itu terlihat sangat memberikan efek baik bagi perkembangan generasi muda di sana.

Meski dirinya bergerak sendiri dengan beberapa relawan, Fahrul mampu mengadakan beberapa buku sebagai penunjang perpustakaan mini tersebut. Hingga saat ini, RI Institut belum dilirik oleh pemerintah setempat, padahal langkah-langkah seperti ini yang mestinya menjadi perhatian khusus dari pemerintah setempat.

“Kami mengeluarkan modal pribadi untuk membentuk perpustakaan tersebut. Untuk diketahui, tidak sepersen pun kami dibantu oleh pemerintah,” kata Fahrul kepada Fajar.co,id lewat rilisnya.

Terkait dengan fasilitas perpustakaan, yakni buku dan pendukung kepustaan lainnya, Fahrul menjelaskan, terdapat hampir 300 Exsemplar buah buku dengan kategori berbeda-beda. Semua buku didapat dari sumbangan para senioritas serta 30 buah dari Gramedia Ambon. Sedangkan Lemari penyimpanan serta tempat duduk dan meja sampai saat ini dirinya selaku pendiri masi kesulitan untuk menyiapkannya.

“Kami hanya punya buku, sedengkan gedung dan fasilitas penunjang lainnya belum ada. Kami hanya punya modal semangat,” jelasnya.

15239402_1285664761453552_1775334135_n

Menurutnya, Diera globalisasi sekarang ini, perkembangan teknologi semakin pesat. Informasi dalam berbagai aspek kehidupan manusia tersebar luas dan mudah di dapatkan. Dan semuanya itu akan berdampak pada 2 kemungkinan, yakni dampak positif dan negative. Kemampuan menyaring informasi secara tepat dan tanggung jawab sangat di butuhkan demi pertumbuhan generasi muda yang positif.

“disinilah peran pemuda untuk terus mengawal perkembangan terutama di desa-desa. Sebisa mungkin menyaring informasi yang berdampak positif kepada masyarakat desa terutama pelajar,” jelas Fahrul.

Dlanjutkan, masa muda ialah masa yang harus dilewati oleh setiap orang. Namun, sebagian dari kita ada yang menikmatinya, dan tidak sedikit pula dari kita yang tertatih–tatih untuk melewatinya. Tak jarang generasi muda sekarang ini salah jalan, melakukan hal-hal ataupun kegiatan yang tidak bermanfaat dan berguna. Kebiasaan berfoya-foya, nongkrong tidak jelas, bahkan ada yang mengonsumsi narkoba, minum keras (miras) dan lainnya.

RI Intitute hadir menjaring seluruh stockholder terutama pemuda-pemuda Desa untuk menjalankan program pendidikan, dengan itu pemuda-pemuda desa tidak menyia-nyiakan Massa Keemasannya.

“RI Institut akan berupaya membuat sebuah PAUD di Pertengahan Desember dan akan beroperasi januari 2017 mendatang. Dengan memakai tenaga pemuda yang kami anggap bisa untuk mengelolahnnya,” tambahnya dengan semangat.

Mahasiswa Komunikasi ini berharap, adanya uluran tangan pemerintah untuk menjalankan program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat untuk mencapai kemerdekaan intelektual atau bebas dari kata keterbelakangan, kebodohan dan kemalasan. (Aiy/Fajar)

loading...
Click to comment
To Top