Politikus PKS Anggap Kesepakatan Kapolri-GNPF Cuma Isapan Jempol – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Politikus PKS Anggap Kesepakatan Kapolri-GNPF Cuma Isapan Jempol

FAJAR.CO.ID,JAKARTA – Semula banyak pihak menyambut lega kesepakatan antara Kapolri dengan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI yang membolehkan digelarnya aksi super damai, Jumat 12 Desember (212).

Ketika itu kata anggota DPR RI Mahfuz Sidik, Kapolri berjanji akan mencabut semua bentuk larangan kepada berbagai pihak untuk berpartisipasi dalam aksi tersebut dengan syarat penyesuaian lokasi dan format acara yang disepakati.

“Namun, sampai Kamis (1/2) sore, begitu banyak laporan dari warga masyarakat melalui jejaring media sosial yang menginformasikan berbagai tindakan aparat kepolisian yang masih menghalangi partisipasi warga dalam aksi damai 212,” kata Mahfuz, Kamis (1/12).

Dijelaskan Mahfuz, mulai dari penghadangan kendaraan rombongan di daerah perbatasan Jawa Tengah, pelarangan kepada PO Bus di Jawa Barat, pembatasan jumlah penumpang kapal ferry di Lampung, penghadangan peserta di bandara beberapa kota di Kalimantan, sampai tokoh-tokoh masyarakat yang masih didatangi aparat kepolisian untuk ditanyai rencana keberangkatannya.

“Di Indramayu misalnya, tokoh-tokoh yang akan ke Jakarta dikirim undangan untuk ikuti apel di kantor pemda pada hari dan jam yang sama,” ungkap dia.

Kejadian serupa ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, juga terjadi pada daerah pemilihannya, Cirebon-Indramayu.

“Saya perlu ingatkan bahwa sekarang zaman keterbukaan informasi. Masyarakat memiliki caranya dalam menyebar dan bertukar informasi. Sudah tidak ada lagi yang bisa ditutup-tutupi,” imbuh Mahfuz.

Karena itu, anggota Komisi IV DPR itu menyatakan keprihatinannya karena fakta-fakta ini akan menggerus kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. “Beberapa lembaga survey belakangan ini melansir hasil survey bahwa elektabilitas Presiden Jokowi turun anjlok sampai 12 persen. Dan itu imbas dari persoalan kasus Ahok,” ungkap Mahfuz.

Karena itu, Mahfuz menyarankan agar Kapolri dan semua jajaran pemerintah bisa menjaga dan membuktikan kesepakatan yang sudah dibuat. “Ini perlu untuk menjaga ketentraman, kepercayaan masyarakat dan agar aksi 212 benar-benar bisa super damai,” pintanya. (Fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top