RASAIN! Predator Anak Dituntut Seumur Hidup – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

RASAIN! Predator Anak Dituntut Seumur Hidup

AKUI PERBUATAN: Ijur (baju oranye) setelah dituntut hukuman seumur hidup di PN Sangatta, Kutim, kemarin (29/11).Denny Saputra/KALTIMPOST

AKUI PERBUATAN: Ijur (baju oranye) setelah dituntut hukuman seumur hidup di PN Sangatta, Kutim, kemarin (29/11).Denny Saputra/KALTIMPOST

FAJAR.CO.ID, SANGATTA  –  Sidang kasus pencabulan, pembunuhan, dan pembakaran Azlya, bocah asal Sangkulirang, Kutim, dengan terdakwa Jurjani alias Ijur (45), kembali digelar kemarin (29/11) di PN Sangatta. Agendanya pembacaan surat tuntutan.

Jaksa penuntut umum (JPU) mengajukan tuntutan penjara seumur hidup bagi Ijur atau dalam artian sampai meninggal dunia, bakal dipenjara. Sidang selanjutnya akan digelar Selasa (6/12), dengan agenda pembacaan pembelaan.

Ditemui selepas sidang, Kasi Pidum Kejari Kutim Amanda didampingi JPU M Israq menjelaskan, tuntutan seumur hidup sesuai dengan dakwaan kedua primer Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Hal itu juga diajukan berdasar fakta selama beberapa kali persidangan. Selain itu, diperkuat dengan keterangan saksi dan alat bukti.

“Sesuai prosedur, kami juga melakukan konsultasi ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim, karena kasus ini menarik perhatian warga,” ungkapnya.

Dijelaskan Israq, unsur perencanaan kasus ini diambil dari berbagai keterangan. Misalnya, ada saat mengajak Azlya jalan dari rumahnya ke pasar, sudah masuk perencanaan. Hal ini kemudian diperkuat saat terdakwa membawa ke TKP dan mencabuli korban.

Saat itu, korban menangis dan terdakwa sempat berpikir cara membuatnya diam. “Dia pun membekap mulut dan mencekik leher korban. Setelah itu, Ijur sempat memastikan dengan memeriksa napas korban. Setelah memastikan meninggal dunia, terdakwa berusaha menghilangkan jejak dengan membakar tubuh korban,” jelasnya.

Sementara itu, beberapa hal yang memberatkan terdakwa, tutur Israq, antara lain perbuatannya sangat meresahkan masyarakat dan tergolong sadis. Juga, mengakibatkan hilangnya nyawa seorang bocah yang berakibat penderitaan bagi keluarga yang ditinggalkan. “Sementara yang meringankan hanya satu, dia mengakui perbuatannya,” sebutnya.

Kasus tersebut bermula saat Ijur membawa lari Azlya pada Kamis (7/7) tanpa izin orangtua. Belakangan diketahui, bocah itu dicabuli, dibunuh, dan dibakar oleh Ijur. Sehabis kejadian, orangtua korban bahkan sempat menanyakan keberadaan korban kepada Ijur. Namun, dia mengatakan tidak melihatnya. Kemudian, dia kabur dari TKP di Desa Benua Baru Ulu, Kecamatan Sangkulirang.

Pelariannya diawali ke Samarinda menuju ke Banjarmasin. Dari kota tersebut, Ijur bermaksud mencari kerja, namun tidak dapat, sehingga kembali ke Kaltim, tepatnya di Balikpapan.

Ijur ditangkap anggota opsnal Polres Balikpapan, Minggu (10/7), di Km 5, Jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan. Dia menyamar menjadi buruh toko bangunan dan mengganti nama menjadi Edi. (*/dns/ica/k8/kpnn)

loading...
Click to comment
To Top