Rombongan Aksi Massa 212 Dipersulit, Mahfuz: Jangan Sampai Rakyat Makin Tak Percaya Pemerintah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Rombongan Aksi Massa 212 Dipersulit, Mahfuz: Jangan Sampai Rakyat Makin Tak Percaya Pemerintah

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Kesepakatan antara GNPF-MUI dengan Kapolri yang berjanji membolehkan digelarnya Aksi Super Damai 212, di Lapangan Monas ternyata hanya isapan jempol belaka.

Meskipun semula banyak pihak menyambut lega kesepakatan tersebut, namun praktek di lapangan masih jauh berbeda.

Walaupun, sebelumnya Kapolri berjanji akan mencabut semua bentuk larangan kepada berbagai pihak untuk berpartisipasi dalam aksi tersebut.

Tapi faktanya sampai kamis sore (1/2), masih banyak laporan dari warga masyarakat melalui jejaring media sosial yg menginformasikan tindakan-2 aparat kepolisian yg masih menghalangi partisipasi warga.

Mulai dari penghadangan kendaraan rombongan di daerah perbatasan Jateng, pelarangan kepada PO Bus di Jabar, pembatasan jumlah penumpang kapal ferry di Lampung, hingga penghadangan peserta di bandara beberap kota di Kalimantan,

Sampai ada tokoh-tokoh masyarakat yg masih didatangi aparat kepolisian untuk ditanyai rencana keberangkatannya.

Di Indramayu misalnya, tokoh-tokoh daerah yg akan ke Jakarta mendukung aksi damai 212, dikirim undangan untuk ikuti apel di kantor pemda pada hari dan jam yg sama.

Anggota DPR, Mahfuz Sidik juga mengaku dirinya menerima laporan serupa dari daerah pemilihannya, Cirebon-Indramayu.

“Saya perlu ingatkan bahwa sekarang zaman keterbukaan informasi. Masyarakat memiliki caranya dalam menyebar dan bertukar informasi. Sudah tidak ada lagi yang bisa ditutup-tutupi.” Ujar Mahfuz.

Karena itu, legislator dari FPKS ini menyatakan keprihatinannya karena fakta-fakta ini akan menggerus kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

“Terbukti beberapa lembaga survey belakangan ini melansir hasil survey bahwa elektabilitas Presiden Jokowi turun anjlok sampai 12%. Dan itu imbas dari persoalan kasus Ahok.” Ungkap Mahfuz pada Fajar.co.id, Kamis (1/2).

Lebih lanjut Mahfuz menyarankan, sebaiknya Kapolri dan semua jajaran pemerintah bisa menjaga dan membuktikan kesepakatan yg sudah dibuat.

“Ini perlu untuk menjaga ketentraman, kepercayaan masyarakat dan agar aksi 212 benar-2 bisa super damai. Jangan sampai rakyat makin tidak percaya pemerintah,” tandas Mahfuz.

Click to comment
To Top