Cara ES Membunuh Termasuk Sadis, Dua Nyawa Direnggut Lebih Dari Seminggu, Kemungkinan Ada Korban Lain – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Cara ES Membunuh Termasuk Sadis, Dua Nyawa Direnggut Lebih Dari Seminggu, Kemungkinan Ada Korban Lain

FAJAR.CO.ID, BONTANG- Aksi pembantaian yang dilakukan ES (35), dianggap pembunuhan sadis. Sebab untuk menghabisi dua korbannya, ES hanya butuh waktu 10 hari.

Kebiasaan minum minuman keras (miras) dan berjudi pun dianggap berpeluang membuka kemungkinan adanya korban ketiga.

“Motif pembunuhan ini murni uang. Tapi dari kebiasaan berjudi dan minum miras, yang terbukti dialami sebelum melakukan aksinya, maka tidak menutup kemungkinan ada korban lain,” jelas Kapolres Bontang AKBP Andy Ervin, didampingi Wakapolres Kompol Mawan Riswandi, kemarin.

Dari pemeriksaan yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), petugas bisa menyimpulkan tidak ada gangguan psikologis pada ES yang sudah ditetapkan polisi sebagai tersangka tersebut. Aksi pembunuhan itu juga diakui adalah yang  pertama. Sehingga kesimpulan sementara, pria berkulit gelap ini bukan residivis.

 ES (dua dari kanan) ketika diamankan anggota Jatanras Polda Kaltim di kawasan Sotek, PPU.

ES (dua dari kanan) ketika diamankan anggota Jatanras Polda Kaltim di kawasan Sotek, PPU.

“Apakah benar korban tersangka (ES, Red) hanya dua, atau ada yang lain, sebelum atau sesudah ditangkap masih kami dalami. Meskipun saya pribadi berharap hanya ini korbannya,” harapnya.

Diketahui, pembunuh dua pria yang telah berwujud tengkorak di Kilometer 27 Desa Semangko, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara Selasa (8/11) lalu  berhasil dibekuk Unit Opsnal Satreskrim Polres Bontang bersama anggota jatanras Polda Kalimantan Timur, Senin (28/11).

Penangkapan pembunuh yang diketahui bernama ES (35), warga Jalan Damanhuri, Kecamatan Sungai Pinang, dilakukan di Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara. Dari hasil pemeriksaan petugas, tersangka  menghabisi nyawa Subhan Nur alias Yusuf (21) dan Sutardi alias Gondo (51) berlatar belakang uang. Dua senjata berbeda jenis diduga digunakan untuk mencabut nyawa Subhan Yusuf (21) dan Sutardi alias Gondo (51), para korban pembunuhan berantai yang dilakukan tersangka ES (35) dalam rentang waktu 10 hari. Kedua jenis senjata itu diduga berupa palu terhadap korban pertama dan pisau terhadap korban kedua.

Kendati demikian, dua senjata tersebut tidak bisa ditemukan baik saat penangkapan tersangka maupun di lokasi penemuan mayat.

Kapolres Bontang, AKBP Andy Ervyn menjelaskan, hingga saat ini, tersangka pembunuhan berantai tersebut telah diamankan di Polda Kaltim. Namun, karena berada di wilayah hukum korps bhayangkara tersebut, tersangka akan dibawa ke Bontang.

“Nanti akan tetap dibawa ke sini, karena masuk di wilayah hukum kita,” jelasnya didampingi, Wakapolres Bontang, Kompol Mawan Riswandy, saat menggelar Konfrensi Pers di Makopolres, Selasa 29 November 2016.

Sejak diringkus 28 November lalu, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti terkait aksi pembunuhan berantai tersebut.

Di antaranya truk sawit yang beberapa komponen vitalnya telah dijual ES. Polisi juga mengamankan mobil jenis Xenia milik korban kedua, yang dihabisi lantaran jengah ditagih utang senilai Rp 3,5 juta usai kalah berjudi. Lalu ditemukan pula pakaian  yang membalut tengkorak korban, daster hingga karpet.

Dugaan sementara, karpet tersebut digunakan membungkus tubuh korban lalu diikat sabuk. Sedangkan daster yang diamankan dijeratkan ke leher lalu menyeret korban ke lokasi pembuangan.

” Korban pertama  diduga dipukul beberapa kali, karena pada tengkoraknya ditemukan retakan di bagian belakang. Sedangkan yang kedua, ada luka tusukan sajam di leher. Tapi sampai saat ini, kedua alat itu tidak ditemukan,” jelasnya. (rm-2/rin)

Click to comment
To Top