Etdah.. Masih SMP Tapi Sudah Berbakat, Kasusnya Bobol ATM Coy – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Etdah.. Masih SMP Tapi Sudah Berbakat, Kasusnya Bobol ATM Coy

ilustrasi

FAJAR.CO.ID, PUTUSSIBAU- Dua bocah yang masih duduk di bangku SMP berinisial AW (14) dan DD (16) nekat membobol anjungan tunai mandiri (ATM) BRI teras Pasar Pagi Jalan Diponegoro, Putussibau Kota, Putussibau Utara, Jumat (25/11).

Aksi pembobolan itu terekam closed circuit television (CCTV) yang terpasang di ATM BRI. “Kedua pelaku berasal dari daerah berbeda,” kata AKBP Sudarmin, SIK, MH, Kapolres Kapuas Hulu, Rabu (30/11). AW merupakan warga Desa Nanga Nyabau, Putussibau Utara. Sedangkan rekannya, DD warga Desa Kirin Nangka, Embaloh Hilir.

Satpam BRI teras Pasar Pagi, Agus Salim terkejut ketika memeriksa ATM. Kunci pintu depan ruang ATM sudah dirusak. Dalam ruang ATM berantakan, penuh dengan ceceran cat warna putih. “CCTV sudah ditutupi cat dan bekas congkelan pada mesin ATM,” ujar Kapolres.

Agus Salim kemudian melaporkan hal ini kepada karyawan BRI. Salah seorang karyawan, Raji’i melaporkan ke Mapolsek Putussibau Utara. Polisi mendatangi lokasi, melakukan olah TKP dan penyelidikan. “Hasil olah TKP, diketahui ciri-ciri pelaku berjumlah dua orang,” ungkap AKBP Sudarmin.

Terungkapnya pelaku pembobolan itu, setelah polisi melihat rekaman CCTV. Sebelum kedua bocah tersebut mengecat kamera pengintai, wajah keduanya lebih dahulu terekam. “Kedua tersangka ditangkap pada 29 November 2016 di kediamannya masing-masing,” papar Kapolres.

Tidak sulit bagi polisi meringkus pembobol ATM berinisial AW dan DD. Bermodalkan rekaman CCTV, polisi mendatangi pelaku pencurian sepeda di teras depan rumah Aisyah, Gang Rahmat, Jalan Diponegoro, Putussibau Kota, Putussibau Utara, Senin (28/11). Pelaku pencuri sepeda itu berinisial VN, 16, dan GGU, 13, warga Jalan Lintas Utara, Putussibau Utara.

“Kami tunjukkan rekaman CCTV pembobolan ATM BRI itu kepada kedua pelaku pencurian sepeda yang sudah kita amankan itu. Kemudian mereka mengatakan mengenali pelaku yang ada direkaman CCTV tersebut,” ungkap AKBP Sudarmin.

Kini AW dan DD sudah ditahan. Polisi juga berkoordinasi dengan orangtua kedua pelaku. Kasusnya diselesaikan melalui diversi atau pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. (dre)

To Top