Ini Surat Perintah Penangkapan Rachmawati Soekarnoputri – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Ini Surat Perintah Penangkapan Rachmawati Soekarnoputri

rachmawati-soekarnoputri

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pakar Hukum Tata Negara, Prof Yusril Ihza Mahendra memposting surat perintah penangkapan Rachmawati Soekarnoputri di akun twitter miliknya, Jumat 2 Desember 2016.

Dalam surat tersebut disebutkan, Rachmawati diduga telah melakukan tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara/makar sebagaimana dimaksud dalam pasal 107 KUHP jo pasal 110 KUHP jo pasal 87 KUHP yang terjadi pada tanggal 1 Desember 2016 di Jakarta berdasarkan pada hasil gelar perkara tanggal 1 Desember 2016 dengan kecukupan alat bukti berupa: keterangan saksi, penyitaan barang bukti dan kesesuaian alat bukti, serta terpenuhinya unsur pasal yang dipersangkakan.

Surat perintah penangkapan Nomor : SP.Kap/1822/XII/2016/Ditreskrimun itu ditandatangani oleh penyidik Polda Metro Jaya, Kombes Pol Dr Heryanto Adi Nugroho, SH, MH, MBA. Surat penangkapan tersebut tertanggal 2 Desember 2016.

Yusril mengatakan, dia telah mendampingi Rachmawati dan sejumlah tokoh di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

“Saya sudah bertemu bu ratna sarumpaet dan bu rachmawati sukarnoputri yang ditangkap tadi pagi,” cuit Yusril di akun twitter miliknya beberapa saat lalu.

surat-penangkapan-rachmawati-soekarnoputri

Yusril menambahkan, dia sudah ngobrol dengan Rachmawati Soekarnoputri dan Ratna Sarumpaet. Namun Yusril berlum bertemu dengan enam tokoh lainnya yang juga ditangkap polisi tadi pagi.

“Enam tokoh yng lain spt pak kivlan zen, adityawarman, sri bintang pamungkas, jamran dll saya belum bertemu. Ruangan mereka terpisah2,” tambah Yusril.

Dikatakan Yusril, meski Rachmawati dan Ratna Sarumpaet sudah ditangkap sejak tadi pagi, namun hingga kini keduanya belum diperiksa.

Menurut Yusril, pasal yang disangkakan kepada Rachmawati Soekarnoputri yakni pasal makar, yakni menggulingkan pemerintah.

“Benar atau tidaknya sangkaan itu tergantung pada alat2 bukti. Kita harus junjung tinggi asas praduga tdk bersalah,” imbuh Yusril.

“Saya ingin mendampingi beliau2 yg ditangkap itu agar proses pemeriksaan ini berjalan secara fair, adil dan sesuai hukum acara yg berlaku,” tandas Yusril. (Fajar/pojoksatu)

loading...
Click to comment
To Top