Laode Ida: Pemimpin Ciptakan Rasa Damai, Bukan Seperti Ahok … – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Laode Ida: Pemimpin Ciptakan Rasa Damai, Bukan Seperti Ahok …

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisioner Ombudsman RI Laode Ida menyatakan kejaksaan harusnya segera bertindak menahan tersangka penista agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Sebab menurut Ida ulah pernyataan Gubernur DKI Jakarta non-aktif itu telah muncul reaksi massa Muslim yang besar.

“Bahkan memicu kerugian besar antara lain jatuhnya korban jiwa manusia pada aksi 411 lalu, dan rakyat mengorbankan materinya secara langsung membiayai dirinya dalam pergerakan yang datang dari berbagai daerah ke Jakarta,” kata Ida, Jumat (2/12).

Selain itu lanjutnya, negara juga harus mengeluarkan anggaran untuk membiayai pengamanan termasuk Presiden Joko Widodo yang sibuk melakukan perjalanan ke sana ke mari untuk membujuk para tokoh Islam, dan terganggu pelayanan publik di saat demo aksi damai seperti hari ini.

“Sungguh sangat aneh jika Presiden Jokowi atau elite politik begitu teguh pendiriannya membela atau mempertahankan seorang Ahok. Ada apa sebenarnya ini? Sangat tak masuk akal. Sehingga menimbulkan kecurigaan, jangan sampai ada kepentingan sindikasi mafia jahat yang berada di belakang Ahok dan mempengaruhi pikiran dan tindakan Jokowi, sejumlah elite politik, dan penegak hukum (polisi dan kejaksaan) untuk menciptakan instabilitas di negeri ini,” tegasnya.

Jika alasan untuk tidak segera menghentikan Ahok adalah terkait dengan UU Pilkada, Ida mengusulkan Presiden harusnya menggunakan kewenangannya untuk membuat Perppu Pilkada, yang juga bisa mencakup para calon kepala daerah yang berstatus ‘sudah tersangka’ baik oleh Kejaksaan maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Partai politik pengusung dan pendukung Ahok seharusnya rela untuk meninggalkan calon petahana Gubernur DKI ini, sebab, figur pemimpin harusnya menciptakan rasa damai, tentram dan nyaman bagi masyakat. Bukan seperti Ahok yang terus-menerus memproduksi dan mereproduksi masalah. Apalagi terkait dengan isu ajaran agama, yang diyakini sebagai dogma dari Allah SWT, Sang Khalik, Sang Pencipta alam semesta,” tegasnya.

Peristiwa aksi damai bela Islam ketiga yang berlangsung hari ini imbuh dia, seharusnya jadi pelajaran bagi Jokowi dan para elite politik lainnya di negeri ini, bahwa people power berbasis muslim akan melawan siapa pun yang menista ajaran Islam, atau siapa pun yang membela figur penista. (Fajar)

loading...
Click to comment
To Top