Masih Cinta dan Tak Mau Diceraikan, Pria ini Minum Pembersih Lantai Saat Sidang, Pengunjung Histeris! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Masih Cinta dan Tak Mau Diceraikan, Pria ini Minum Pembersih Lantai Saat Sidang, Pengunjung Histeris!

MASIH CINTA: Beginilah aksi BS (28) di pengadilan agama setelah digugat cerai istrinya.

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN  –  Suasana ruang sidang mendadak ribut. Seorang pria terkapar di lantai setelah mencoba bunuh diri dengan menenggak cairan pembersih lantai. Hadirin panik, sedangkan petugas kepolisian sigap menolong pria berinisial BS (28) tersebut.

Terancam bercerai dengan istri yang masih dicintainya, BS warga Lamaru, Balikpapan Timur, nekat menenggak cairan pembersih yang sengaja dibawanya di dalam botol air mineral. Parahnya, percobaan bunuh diri ini dia lakukan saat menjalani persidangan perceraian di Kantor Pengadilan Agama Balikpapan, Rabu (30/11) kemarin. Sempat membuat panik seisi ruang sidang, para pengunjung ada yang beteriak meminta pertolongan. Pria malang ini kemudian dilarikan ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Balikpapan Pos, dirinya nekat ingin mengakhiri hidupnya tersebut lantaran tidak ingin bercerai dengan sang istri yang mengajukan gugatan. “Tadi yang bersangkutan benar menenggak air dalam botol yang beraroma seperti cairan pembersih lantai. Sebenarnya sempat dilarang, karena dalam ruang sidang tidak boleh ada minuman,” papar Ketua Majelis Hakim Pengadilan Agama Balikpapan, Amirusin.

Nekat, BS tetap saja meminum cairan tersebut hingga mulutnya mengeluarkan busa, setelah sebelumnya terkapar. “Masih menjalani perawatan intensif di RSUD,” tandasnya.

Seperti yang diberitakan pada September lalu, dari Januari hingga September, pengadilan agama mencatat ada peningkatan perceraian jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2015. Tahun lalu dengan periode yang sama, perceraian hanya 1.460 kasus. Sementara pada periode Januari hingga September 2016, perceraian telah mencapai 1.535 kasus atau meningkat sekitar 15 persen. Jika dibagi rata-rata per bulan, kasus perceraian di Kota Beriman di tahun 2016 mencapai 170 kasus, sementara tahun 2015 lalu hanya 162 kasus.

Namun, lebih jauh dirincikan, penyebab perceraian itu didominasi masalah perekonomian. Kasus perceraian paling banyak ditangani PA Balikpapan hingga September 2016, adalah cerai gugat yang mencapai 744 kasus. Kemudian disusul cerai talak sebanyak 324 kasus. Dari keseluruhan kasus perceraian sepanjang tahun 2016, sebagian besar adalah gugatan cerai dari pihak istri. (bp-21/war/k1)

Click to comment
To Top