Njirr!! 7 Bocah Ingusan Ngeflay Lem 3 Kaleng, Ada yang Masih SD – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Njirr!! 7 Bocah Ingusan Ngeflay Lem 3 Kaleng, Ada yang Masih SD

Petugas Satpol PP Kukar ketika menangkap basah 7 remaja tanggung asyik ngelem di sebuah rumah kawasan Jalan Naga Tenggarong.

Petugas Satpol PP Kukar ketika menangkap basah 7 remaja tanggung asyik ngelem di sebuah rumah kawasan Jalan Naga Tenggarong.

FAJAR.CO.ID, TENGGARONG  –  Berbekal uang sebesar Rp 30 ribu, Za, seorang bocah laki berstatus murid kelas 4 SD masuk ke sebuah warung di bilangan Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Rabu (30/11) sore itu Za lalu membeli 3 kaleng lem. Kepada pemilik warung, Za mengatakan lem akan dipakai memperbaiki sepatu orangtuanya. Tapi belakangan Za bersama 6 temannya dicokok petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kukar.

“Ketujuh anak laki-laki berusia SD sampai SMA tersebut diamankan anggota kami, setelah kedapatan ngelem di sebuah rumah terletak di Jalan Naga Tenggarong,” ungkap Kepala Kantor Satpol PP dan Linmas Kukar, Fida Hurasani kepada wartawan.

Rupanya, setelah sukses membeli lem sebanyak 3 kaleng berukuran kecil, Za diantarkan seorang remaja berstatus pelajar sebuah SMA langsung meluncur ke rumahnya di Jalan Naga Tenggarong. Ternyata di rumah itu sudah menunggu 6 anak laki-laki lainnya. Mereka rupanya sudah sepakat menggelar acara ngelem bareng di kediaman orangtua Za yang sedang tak berada di tempat.

“Aksi anak-anak tersebut diketahui warga sekitar kemudian melaporkannya ke petugas kami yang piket,” tambah Apek, begitu Kepala Satpol PP Kukar ini akrab disapa.

Seketika menerima pengaduan warga maka sejumlah anggota Satpol PP langsung meluncur ke Jl Naga. Rupanya benar, di sebuah rumah pada kawasan tersebut petugas Satpol PP mendapati sekumpulan anak laki-laki sedang ngelem. Namun begitu mengetahui kedatangan para petugas itu, seorang remaja laki-laki berstatus siswa kelas 2 sebuah SMA di Tenggarong langsung kabur.

“Jadi hanya 7 anak laki-laki dibawa anggota kami ke kantor untuk menjalani pembinaan, karena seorang melarikan diri,” katanya lagi.

Setelah didata serta mendapatkan pengarahan, petugas Satpol PP kemudian menghadirkan para orangtua dari anak-anak suka ngelem tersebut. Semuanya diizinkan pulang setelah membuat perjanjian tertulis, supaya tidak mengulangi perbuatannya.

“Kami terus mengimbau para orangtua supaya aktif mengawasi pergaulan anak-anaknya, supaya tidak terjerumus kepada hal buruk, seperti ngelem begitu. Karena sudah banyak anak-anak atau remaja kedapatan ngelem. Mereka ada anak dari PNS maupun pekerja swasta. Begitu pula kepada warung atau toko, kami ingatkan supaya tidak sembarangan menjual lem atau alkohol kepada pembeli. Karena bisa disalahgunakan,” jelas Apek. (idn/rin)

loading...
Click to comment
To Top