Satu Korban Tabrakan Kapal Tongkang Ditemukan, Pemilik Kapal Meninggal dalam Posisi Terjepit – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Satu Korban Tabrakan Kapal Tongkang Ditemukan, Pemilik Kapal Meninggal dalam Posisi Terjepit

MENUNGGU CEMAS - keluarga korban Ucil menanti hasil pencarian.

FAJAR.CO.ID, SWARANGAN – Setelah pencarian selama dua hari di laut Swarangan,akhirnya satu  korban lagi ditemukan. Korban bernama Aspihan adalah nelayan yang terlempar dari kapal nelayan saat ditabrak tongkang, Selasa, (29/11) lalu.   Aspihan ditemukan Rabu (30/11) sore.

Jasad Aspihan ditemukan setelah kapal nelayan Ucil dibawa ke dermaga. Penarikan kapal ini cukup menyita waktu dan tenaga. Ombak yang besar ditambah cuaca yang buruk membuat Basarnas mengalami kesulitan menarik kapal  ke dermaga Swarangan.

Tak kurang dari 20 kapal nelayan setempat  ikut membantu penarikan kapal Ucil. Dari bibir pantai, hingga sampai ke dermaga, penarikan Kapal ucil memakan waktu hingga tiga jam. Dari pukul empat sore hingga jam 7 malam.   Tim penyelam dari Basarnas Banjarmasin yang diterjunkan terpaksa harus melakukan penyelaman kembali karena bangkai kapal yang sudah sempat ditandai dan diikat ternyata lepas karena tali pengikat putus.

Tiga kali tim penyelam masuk ke dalam air. Penyelaman pertama tim penyelam tidak berhasil menemukan lokasi kapal. Kemudian pada penyelaman kedua, mereka akhirnya berhasil menandai bangkai kapal. Penyelaman ketiga,  mereka dapat mengikat bangkai kapal untuk selanjutnya ditarik ke permukaan menggunakan tugboat.

Jasad Aspihan yang diketahui adalah pemilik kapal  ditemukan terjepit dalam kapal. Untuk mengeluarkannya, petugas dibantu penduduk menggunakan linggis dan gergaji untuk memotong bagian kapal. Penarikan pun dilakukan secara perlahan, sebab, tali untuk menarik Kapal Ucil beberapa kali putus. Hingga akhirnya, kapal Ucil dapat bersandar di dermaga.

Di mata sang ibu, Masriah, Aspihan adalah anak yang baik. Ia pun tidak memiliki firasat apapun mengenai putra sulungnya tersebut.“Memang beberapa hari yang lalu dia ada berkomunikasi dengan saudaranya. Tapi saya tidak berfirasat apapun,” bebernya.

Sebelum kapal berhasil dibawa ke dermaga, keluarga Aspihan melakukan selamatan laut. “Itu selamatan saja. Mudah-mudahan proses evakuasi cepat,” ujar pamannya, Hanafi.

Dibeberkannya, ritual itu memang sering dilakukan keluarganya. Keempat korban yang selamat juga langsung ditapung -tawari.

“Keluarga kami diberi mimpi, untuk selamatan. Apalagi hari pertama saat penarikan sulit sekali menarik ke dermaga. Talinya putus,” bebernya.

Sementara itu, keluarga korban lainnya, Bahrudin berharap agar putranya Daruni bisa ditemukan segera. Sehingga ia dan keluarga korban lainnya bisa pulang ke rumah di Desa Kuala Tambangan, Kecamatan Takisung. “Kami ingin pulang. Semoga keluarga kami bisa ditemukan,” ujarnya lirih.

Kagahar Basarnas Banjarmasin, Amri, mengatakan penyisiran pertama terkendala kondisi cuaca kurang bersahabat. “Rencananya besok pagi (hari ini) akan ada giat penyisiran lagi   dengan searching di lokasi yang sama,”ucapnya.

Cuaca buruk bahkan membuat Heli HR -3602 yang take off dari Bandara Syamsuddin Noor pukul 13.10 siang kemarin untuk melakukan penyisiran, harus kembali ke bandara.

Sebelumnya, tabrakan terjadi antara tugboat Medelin Ocean dengan kapal nelayan KM Ucil di laut Swarangan. Tim Dinas Perhubungan Kabupaten Tanah Laut, M Noor mengatakan Tugboat dengan nama Modelin Ocean sebenarnya sudah bisa menghindari kapal Ucil. Namun, karena tongkang bermuatan kosong, sehingga tongkang oleng dan menghantam badan kapal.“Nama tongkangnnya Sentana Indah dengan nahkoda Edwin Frangky Tawulung,” ujarnya.

Akibat peristiwa itu setidaknya dua nelayan tewas, yaitu Hafizi dan Aspihan.  Dua nelayan lainnya masih dalam pencarian tim penyelamat. (eka/gmp/by/ran)

loading...
Click to comment
To Top