3000 Gay Tercatat Ada di Tasikmalaya, Mayoritas Pengidap HIV/AIDS – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

3000 Gay Tercatat Ada di Tasikmalaya, Mayoritas Pengidap HIV/AIDS

FAJAR.CO.ID TASIKMALAYA – Angka penderita HIV/AIDS di Kota Tasikmalaya terus mengalami kenaikan.

Bahkan dari Januari hingga September tahun ini ada tambahan 60 kasus.

Jika ditotalkan sejak tahun 2004 tercatat sebanyak 405 orang yang menderita HIV/AIDS.

Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Wawan Wardiana mengatakan, jumlah 405 orang tersebut merupakan angka kumulatif penderita HIV/AIDS di Kota Tasikmalaya sejak tahun 2004.

”Kemudian di tahun 2016 ini, sejak bulan Januari hingga bulan September ada tambahan sebanyak 60 kasus,” ujarnya, (2/12).

Dari 60 penderita, kata dia, 50 persen diantaranya adalah kaum homoseksual alias gay.

Sementara sisanya adalah masyarakat umum seperti ibu rumah tangga.

“Ada pergeseran trend, jika tahun 2015 paling banyak menyerang kaum heterosekual, namun di tahun 2016 bergeser ke kaum homosekual,” jelasnya.

Untuk itu, KPA langsung memfokuskan masalah penangan HIV/AIDS untuk kaum gay.

”Karena hasil penjangkauan jumlah LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) di Kota Tasikmalaya ini cukup tinggi jadi perlu penanganan serius,” terangnya.

Berdasarkan data terakhir, kata dia, menunjukan  jumlah gay di Kota Tasikmalaya mencapai 3.000 orang lebih, angka tersebut sangatlah mengejutkan.

”Namun perlu dicatat dari 3.000 orang itu 46 persen adalah orang Kota Tasikmalaya, sebagian lagi orang luar yang kebetulan singgah di sini,” jelasnya.

Dalam melakukan pendataan kaum gay, KPA biasanya bekerjasama dengan PKBI (Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia).

”Namun kadang sulit juga mendata para gay ini, karena mobilitas mereka tinggi atau suka berpergian jauh,” katanya.

KPA juga tidak akan berhenti melakukan sosialisasi ke masyarakat umum untuk waspada terhadap HIV/AIDS.

”Karena kami menangani keseluruhan golongan, tapi tahun ini kami lebih memperhatikan penanggulangan untuk kaum LGBT,” tandasnya

To Top