Gastronomi Indonesia Makin Dapat Panggung di Asia – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Budaya & Pariwisata

Gastronomi Indonesia Makin Dapat Panggung di Asia

JAKARTA –  Ada kabar yang cukup membanggakan dari Travelers Choice dari Trip Advisor. Sebuah laman nomor wahid dunia untuk search and share destinasi, seperti atraksi, dan amenitas, yang paling dipercaya para travellers, menempatkan dua restoran di Bali masuk ke dalam 10 Best Fine Dining Restaurants versi Travelers Choice Awards 2016. Dua restoran itu adalah Restaurant Locavore Ubud dan Swept Away at The Samaya Ubud.

Bagi Kemenpar yang dipimpin Arief Yahya, tentu ini sangat akan memperkuat brand Wonderful Indonesia di pentas dunia. Pamor Bali dan Indonesia makin kuat di banyak event dunia. Ini adalah sebuah penghargaan prestisius yang diberikan kepada restoran-restoran upscale di Asia. Tiongkok, Korea, Jepang, Vietnam, Thailand, Singapura, Malaysia yang sudah lebih dulu menggeber wisata kulinernya diadu dengan dua restoran terbaik di Indonesia. Hasilnya, Restaurant Locavore Ubud sukses nangkring di posisi nomor dua Asia.

Sementara Swept Away at The Samaya Ubud ada di posisi Sembilan besar Asia.
Kualitas layanan dan citarasa makanannya? Semua dijamin keren. Standar tinggi dalam hal arsitektur dan interior serta tampilan dan rasa makanan dipuji ribuan wisman dari berbagai penjuru dunia.  Hingga Selasa (29/11) pagi, 1.303 penulis ulasan di situs TripAdvisor memberikan rating “Excellent” untuk Restaurant Locavore.  Untuk Swept Away at The Samaya, ada 804 rating “Excellent” yang membalut ulasan di situs TripAdvisor.

Seorang wisatawan asal Teheran, Iran, Taffoolie misalnya. Bagi dia, Restaurant Locavore sangat fantastis. Citarasa masakan Indonesia benarbenar dikemas dengan sangat baik. “Pastikan untuk membuat reservasi sebelum Anda pergi, bahkan untuk makan siang. Menunya sangat khas. Tempatnya sangat santai. Sayurannya luar biasa. Semuanya sangat lezat, ultra segar dan menakjubkan,” ulas Taffoolie.

Nicolas, turis asal Montreal, Kanada, lain lagi. Saat menyantap kuliner di Restaurant Locavore Ubud, dia merasa sedang berada di antara restoran terbaik di dunia.  “Saya mendengar nama Restaurant Locavore di Canggu beberapa hari sebelum mengunjungi Ubud. Makanan, minuman dan layanannya luar biasa. Ya, ada harga $ 300 CAD untuk lima piring dan hidangan utama. Tapi hei, berapa kali Anda akan di Ubud dalam hidup Anda! Plus, ini adalah jenis restoran seperti Europea di Montreal. Ini restoran terbaik kedua di dunia. Kita berbicara tentang benar-benar high end, rupa, seni makanan yang indah. Anda harus  mencobanya. Saya sendiri akan melakukannya lagi. Enak Sekali!” ungkap Nicolas.

Suvito Eger, turis asal Brighton, Inggris ikut memberikan ulasan. Menurutnya, Restaurant Locavore berhasil memperlihatkan makanan sebagai karya seni bercitarasa tinggi. “Satelah sudah menyambangi banyak restoran di Perancis, Inggris dan belahan dunia lainnya. Tetapi tidak satupun dari mereka yang bisa menyajikan makanan dengan citarasa seni yang demikian tinggi seperti ini. Makanan disajikan dengan seni yang kreatif. Presentasi yang unik dan tak terduga serta melampaui
keyakinan. Jangan lewatkan itu,” tulis Eger.

Beragam pujian tadi tak lepas dari kreativitas Locavore yang mampu menyajikan makanan Eropa modern yang dipadukan dengan bahan local organik. Semua dijamin bebas dari pestisida dan pengawet makanan. “Semuanya masih segar. Dan bahan makanan kami ambil dari petani local agar berdampak pada meningkatnya penghasilan para petani Ubud,” ungkap Executive Chef Eelke Plasmeijer, salah seorang yang berada di belakang keberhasilan Locavore, Selasa (29/11).

Dari mulai Gnochi, Bonito, Pateen Croute, Duck Comsomme, Herb Lobster, Pork Combination, Mullberry Mouse, Beetroot Sorbet, semuanya tersedia. Itu belum termasuk racikan menu istimewa yang dipersembahkan saat hari tertentu seperti Hari Natal dan Tahun baru. “Kami lebih mengutamakan makanan dalam porsi sedikit dengan kualitas makanan tinggi, bukan mengutamakan kuantitas dari makanan tersebut,” kata General Manager Restaurant Locavore Ubud, Adi Karmayasa.

General manager dan Executive Chef dari Restaurant Locavore Ubud memang sangat mengutamakan pelayanan yang istimewa dan keramah tamahan. Setelah para pengunjung restoran selesai menyantap hidangan, chef Eelke akan menanyakan komentar mereka tentang rasa dan penyajian dari hidangan yang sudah disantap. Semua komentar tadi dijadikan masukan positif untuk pengembangan menu-menu baru di Locavore restaurant Ubud Bali. “Locavore ini memang keren. Restorannya juga menjadi Best  50 Asia versi 50 Best Restaurant, sebuah badan bergengsi yang memang khusus menilai restoran dunia. Yang ke Bali, harus coba kulineran di sini,” ujar Vita Datau Mesakh, Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata.

Nantinya, tak hanya dua restoran di Ubud tadi yang akan didorong tampil di level dunia. Restoran-restaran lain yang punya potensi besar juga akan ikut didorong berkompetisi di level dunia. “Sekarang sedang dibuat program coaching clinic-nya. Restoran-restoran terbaik di negeri ini akan mulai dibiasakan berkompetisi dengan iklim dunia,” ujar Vita.

Lantas mengapa harus ngotot menyertakan restoran-restoran lain? “Karena dampak dari international award itu sangat besar. Lihat saja Lombok. Setelah mendapatkan dua gelar juara dunia di World Halal Tourism Award 2015, atmosfer bisnis dan suasana industri perhotelan, restoran, biro perjalanan, dan semua usaha yang berbasis pada pariwisata mulai hidup,” ujar wanita yang hobi dengan motor gede itu.

Keuntungan lainnya, penghargaan juga membuat kuliner dan restoran Indonesia semakin confidence, percaya diri. Kualitas layanan dan taste makanannya tidak kalah dari negara lain. “Award juga mendongkrak kredibilitas kita di dunia internasional. Apalagi award itu diperoleh dengan cara-cara yang fair, betul-betul karena kualitas, dan dikeluarkan oleh lembaga yang kredibel,” ujar Vita.

Di negara lain, wisata kuliner sudah lama digarap sangat serius. Thailand mulai serius dengan proyek Kitchen of The World sejak 1990. Misinya bahkan dipimpin langsung oleh Raja dan Perdana Menterinya. Korea juga begitu dengan Proyek Hansiknya. dipimpin First Lady-nya. Sementara Jepang diuntungkan dengan Perang Dunia dimana Rest Sushi pertama di USA ada di tahun 1966.

Vietnam Food juga sudah lama mengudara. Pengungsi-pengungsi Vietnam tak hanya membuat kampung-kampung  di negara yang mereka tinggali. Di negeri barunya, mereka juga membuat resto-resto yang banyak dikunjungi penduduk lokal.  “Kita juga sudah mulai serius. Ini yang jadi highlight di Tim Percepatan Kuliner Kemenpar. Melalui program Globalisasi Kuliner Indonesia, kita akan buat kuliner Indonesia makin mendunia. Kalau serius, kita pasti bisa!” ujar Vita.

10 Restoran Terbaik Asia versi TripAdvisor

1. DK David’s Kitchen at 909 (Chiang Mai, Thailand)
2. Restaurant Locavore (Ubud, Indonesia)
3. TRB (Beijing, China)
4. Restaurant Andre (Singapura)
5. Kobe Teppanyaki Hakushu (Tokyo, Jepang)
6. Tapas Molecular Bar (Tokyo, Jepang)
7. Cafe des Amis (Pattaya, Thailand)
8. Spiral (Manila, Filipina)
9. Swept Away at The Samaya Ubud (Ubud, Indonesia)
10. Mandarin Grill (Kuala Lumpur, Malaysia).

Click to comment
To Top