Baru Awal Saja Sudah 250 PSK yang Dipulangkan, Bye..bye.. – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Baru Awal Saja Sudah 250 PSK yang Dipulangkan, Bye..bye..

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA- Proses pemulangan pekerja seks komersial (PSK) ke daerah asal berjalan sukses. Setelah semalam diinapkan di Asrama Haji, Balikpapan, petang kemarin mereka diterbangkan ke sejumlah daerah tujuan menggunakan beberapa pesawat.

Kepala Seksi Penanggulangan Alam dan Bencana, Dinas Sosial (Dinsos) Pemprov, Achmad Rasyadi mengatakan, petang kemarin tercatat sebanyak 250 wanita “penjaja kenikmatan” dari tiga daerah yakni, Samarinda, Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kutai Barat (Kubar) yang diterbangkan ke daerah asal.

“Ada yang diterbangkan ke Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua dan beberapa daerah lain di luar Kaltim,” kata Achmad.

Achmad menjabarkan, alat transportasi yang digunakan dari lokalisasi ke asrama haji adalah bus.

Sementara untuk menuju daerah asal, mereka menggunakan pesawat. Dia menyebut, seluruh biaya transportasi sudah diselesaikan pemerintah.

“Sedangkan untuk uang saku per orang diberi Kementrian Sosial, sebanyak 500 ribu. Mereka akan berangkat pukul 18.00 Wita. Sejauh ini tidak ada hambatan,” jelasnya.

Pasca pemulangan, Pemkot Samarinda memiliki tugas untuk memastikan Kota Tepian bersih dari bisnis prostitusi. Untuk melakukan hal itu, Wakil Wali Kota Samarinda, Nusyirwan Ismail menjelaskan, pihaknya akan melakukan pengawasan hingga razia ke sejumlah eks lokalisasi. Dalam hal ini, dia mengaku melibatkan semua instansi seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda, Dinas Sosial (Dinsos), pihak kecamatan hingga pihak kelurahan setempat.

“Kita sudah kosongkan semua lokalisasi itu. Artinya ke depan kalau ada praktik seperti itu, berarti itu bentuknya pelanggaran. Kita punya satpol PP akan mengawasi hal itu. Kita juga ada polisi. Ya tangkap saja kalau ada yang ketahuan,” ujarnya.

Dia mengatakan warga juga harusnya berperan untuk memberi informasi agar petugas bisa menindak.  Selain itu, lurah dan RT sekitar juga harus melakukan pengawasan di kosan, rumah kontrakan, bahkan hotel sekitar. “Perlu ada pengawasan intens,” imbuhnya.

Sementara untuk beberapa PSK yang tidak mengikuti dalam rombongan keberangkatan pulang, tetap dalam pengawasan. Karena menurut informasi yang dihimpun media, ada beberapa PSK yang kabur.

“Kalaupun ada PSK yang tidak sampai ke tempat asal berarti tidak dibayar dana kompensasi itu,” ujarnya. Kemudian untuk PSK yang tinggal di Samarinda, tetap mendapat pendampingan dan pelatihan dari Dinsos.  (rm-1/zak/aya)

Click to comment
To Top