Evakuasi Terkendala Minimnya Alat Berat, Gempa Aceh Renggut 25 Nyawa – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Evakuasi Terkendala Minimnya Alat Berat, Gempa Aceh Renggut 25 Nyawa

FAJAR.CO.ID MEUREUDU – Korban gempa bumi berkekuatan 6,5 Skala Richter (SR) yang mengguncang Aceh menjelang shalat Subuh, Rabu (7/12) terus bertambah.

Sedikitnya 25 warga Pidie Jaya, termasuk delapan anak-anak, meninggal dunia dan puluhan lainnya menderita luka-luka akibat gempa bumi itu.

Seperti dilansir Acehkita, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya, Puteh Manaf yang menyebutkan bahwa selain para korban tewas dan luka-luka, terdapat belasan warga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

“Korban meninggal bisa saja bertambah karena data masih terus masuk ke posko dari beberapa kecamatan,” katanya.

Puteh menambahkan, para korban meninggal dunia diketahui dari pendataan di lapangan dan laporan dari sejumlah kecamatan yang ada di Pidie Jaya.

“Banyak bangunan, terutama rumah toko, di sepanjang jalan nasional Banda Aceh dan Medan, roboh. Belasan warga terkurung di bawah reruntuhan bangunan,” jelasnya.

Wakil Bupatei Pidie Jaya, Said Mulyadi, Wakil Bupati Pidie Jaya yang dihubungi terpisah menyatakan bahwa para korban meninggal umumnya akibat reruntuhan rumah toko.

Menurut dia, sampai saat ini korban luka sudah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Umum Meureudu dan Rumah Sakit Umum Sigli di Pidie — kabupaten tetangga Pidie Jaya.

“Korban tidak lagi ditangani di dalam, tapi di luar ruangan, karena dikhawartirkan gempa susulan,” katanya.

Kurang Tenaga Medis

Said menyatakan bahwa RS Meureudu di Pidie Jaya sangat membutuhkan tenaga medis, terutama ahli bedah tulang karena banyak korban mengalami luka patah tulang akibat tertimpa bangunan yang runtuh.

“Sejauh ini tenaga medis yang ada sudah kewalahan menangani korban,” ujarnya.

Said memperkirakan, korban luka-luka akan terus bertambah, karena proses evakuasi masih terus dilakukan

“Kita sedang menunggu kedatangan tenaga medis dari Banda Aceh, Bireuen, dan juga dari Benar Meriah,” katanya.

Selain itu, proses evakuasi para korban, menurut Said, terkendala ketersediaan alat berat untuk menggali reruntuhan bangunan yang ambruk.

Pantauan di lokasi melaporkan bahwa tim gabungan hingga saat ini masih mencoba mengevakuasi dua warga Teupin Raya, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie, yang tertimbun reruntuhan bangunan rumahnya.

Kedua warga itu diketahui bernama Jailani Muhammad (48) dan istrinya Saidah (45). Rumah berlantai tiga rata dengan tanah.

Empat alat berat dikerah untuk membantu pencarian kedua korban. Tim baru saja membongkar kamar di lantai dasar. Namun, kedua korban belum terlihat.

“Kemungkinan saat kejadian, mereka tengah berlari ke luar untuk menyelamatkan diri, makanya tidak ada dalam kamar,” ujar seorang warga.

Hingga kini proses pencarian masih berlanjut. Rumah itu tepat berada di pinggir lintas nasional Medan – Banda Aceh.

Kemacetan panjang terjadi di titik reruntuhan rumah. Karena banyaknya warga yang melihat proses pencarian.

Seperti diketahui bahwa gempa berkekuatan 6,5 SR menngguncang Aceh sekitar pukul 05:03 Wib.

Akibatnya warga berhamburan keluar rumah akibat gempa yang dirasakan guncangannya hingga ke beberapa daerah di Aceh.

To Top