Pernah Diperkosa Pada Usia 19 Tahun, Lady Gaga Idap Penyakit Mental Ini – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hiburan

Pernah Diperkosa Pada Usia 19 Tahun, Lady Gaga Idap Penyakit Mental Ini

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Bintang pop Amerika Serikat, Lady Gaga ternyata mengidap penyakit mental yang ia sembunyikan selama bertahun-tahun.

Pelantu lagu Poker Face itu mengaku mengalami gangguan stres pasca trauma atau post-traumatic stress disorder (PTSD) setelah diperkosa saat usianya 19 tahun.

”Saya menderita penyakit mental. Saya menderita PTSD,” katanya kepada Today Show saat mengunjungi penampungan untuk pemuda homoseksual di New York, AS.

”Saya tidak pernah mengatakan ini kepada siapa pun sebelumnya,” lanjut penyanyi 30 tahun itu seperti dilansir BBC, Selasa (6/12).

Lady Gaga mengungkapkan dua tahun lalu saat interview kalau dia pernah diperkosa saat remaja.

”Semua kebaikan yang ditunjukan kepada saya, oleh dokter, keluarga, dan teman, benar-benar menyelamatkan hidup saja,” ujar Gaga setelah menyerahkan hadiah kepada anak-anak muda di penampungan itu.

Ditambahkan Gaga, meditasi membantunya tenang. ”Saya menghadapi penyakit mental saya itu setiap hari,” sambungnya.

Setelah mengunjungi penampungan itu, Lady Gaga memposting status di akun Twitternya.

Dia menulis, ”Hari ini saya membagi rahasia terdalam saya kepada dunia. Rahasia membuat Anda sakit dengan malu.”

Pengakuan Gaga tersebut membuat beberapa peserta di penampungan itu emosional.

”Lady Gaga menunjukkan kebaikkan yang mengingatkan kalau cinta masih ada. Dan, ada cinta juga untuk saya,” tulis remaja itu di akun Twitter-nya.

Di sosial media, penggemarnya pun menanggapi dengan positif. ”Saya mengingat bagaimana musik dan semangatmu membantu saya melewati masa-masa sulit. Sekarang, saya 1.723 hari bebas tidak menyakiti diri sendiri,” tulis yang lain.

PTSD adalah gangguan kecemasan yang bisa terjadi setelah mengalami kejadian menakutkan, mencemaskan, atau trauma hebat.

Orang memang secara natural merasa takut saat berada dalam situasi bahaya. Tetapi, event-event trauma berubah seiring perubahan persepsi ketakutan itu sendiri.

Click to comment
To Top