Petikan Wawancara JK Terkait Gempa Aceh – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Petikan Wawancara JK Terkait Gempa Aceh

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tragedi menerjang Aceh di penghujung 2016. Gempa kembali menerjang Aceh, Rabu (7/12/2016) subuh. Gempa Aceh paling parah menerjang Pidie Jaya dengan korban puluhan orang meninggal dunia.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) termasuk orang yang punya kedekatan emosional dengan gempa Aceh. Gempa Aceh 2014 masih melekat dalam ingatan, bagaimana JK mengambil peran utama dalam penanganan gempa Aceh. (Fajar/pojoksulsel)

Bagaimana tanggapan JK soal gempa yang melanda Aceh kali ini? Berikut wawancara dengan JK:

Pertama, pemerintah menyampaikan rasa duka cita yang dalam atas korban yang terjadi karena gempa yang terjadi di Pidie. Pada beberapa waktu yang lalu, saya bicara dengan kapolda karena gubernur ada di sini, tapi saya juga berbicara dengan Gubernur Pak Zaini bahwa menurut Kapolda korbn sudah lebih dari 50 sampai jam tadi, lebih 50 tewas.

Keliatannya kalau saya lihat laporan yang ada, mungkin masih bertambah. Jadi ya tentu semuanya disiapkan. BNPB sudah ke sana, Palang Merah (PMI) dari semua daerah juga sudah sore ini yang dekat-dekat sudah datang yang Jawa sini berangkat. Pemerintah sudah siapkan semuanya yang dibutuhkan.

Apakah ini masuk bencana nasional?

Kita tidak punya kriteria sebenarnya bencana nasional, yang penting bencana ditangani secara sama semuanya apakah itu yang meninggal berapa, apalagi gempa ini keliatan benar berapa korbannya. Yang penting bersama sama daerah semua pihak masyarakat menangani

Soal kerugian secara materiil dari pemerintah mungkin bisa disampaikan?

Oh belum. Belum bisa ditaksir. Ruko hancur semua, sekolahan masjid ada beberapa.

Apakah ini bencana yang besar setelah tsunami sebelumnya?

Ya belum bisa kita nilai hari ini, mungkin satu dua hari ini setelah dilihat semuanya bisa diketahui berapa besar semuanya

Ada rencana penggantian (kerugian)?

Pemerintah membantu, bukan mengganti. Membantu apakah rakyat kecil ang kesulitan ataupun para pengusaha yang mengalami kesulitan bermcam-macam cara. Bukan mengganti, tapi membantu.

Ada rencana akan melakukan kunjungan?

Ya tadi saya sudah rencanakan, tapi Presiden (Jokowi) mungkin besok segera ke sana. Dari Bali mungkin ke sana.

Pak JK juga?

Tentu tidak boleh bersamaan. Rencana begitu kami berdua.

To Top