Enaknya Begini, Tiga Koruptor Buah-buhan Dikurung Rame-rame – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Enaknya Begini, Tiga Koruptor Buah-buhan Dikurung Rame-rame

FAJAR.CO.ID, TANJUNG REDEB – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjung Redeb, langsung menjebloskan tiga tersangka pada kasus dugaan korupsi proyek pengadaan bibit buah-buahan di Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (DPTP) Berau, tahun anggaran 2013 dan 2014, Selasa (6/12).

Dari ketiga tersangka, salah satunya merupakan oknum pegawai negeri sipil (PNS) berinisial Zl. Sedangkan dua tersangkal lainnya berinisial Sy dan He, merupakan rekanan yang mengerjakan proyek tersebut di dua tahun anggaran.

Kepala Kejari (Kajari) Tanjung Redeb Rudy Hartawan Manurung, menjelaskan sejak akhir 2015 lalu, pihaknya telah memulai lidik untuk kasus dugaan korupsi tersebut. Dikatakan, dugaan korupsi tersebut berasal dari empat kegiatan yang dilaksanakan di tahun 2013 dan 2014 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau dan APBN (lihat grafis).

Dijelaskan, Zl yang di tahun 2013 dan 2014 masih menjabat Kepala Seksi Holtikultura DPTP Berau, berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada empat kegiatan pengadaan bibit buah-buahan tersebut. Sementara Sy adalah pimpinan CV Flamboyan dan He pimpinan CV Ahdiyat Perkasa, dua rekanan yang mengerjakan empat proyek di DPTP itu. “Sementara baru tiga tersangka,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (6/12).

Dikatakan, proses penyidikan akan dilimpahkan ke tahap penuntutan dan penyerahan tersangka serta barang buktinya ke pengadilan. Sehingga ketiga tersangka diputuskan untuk penahanan selama 20 hari dan dititipkan sementara di Rutan Tanjung Redeb.

Dugaan tim penyidik, pada empat kegiatan tersebut, banyak manipulasi data yang dilakukan ketiga tersangka. Seperti pemalsuan rekomendasi atau surat keterangan dari kelompok-kelompok tani, adanya indikasi mark up harga, hingga pelaksanaan kegiatan yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.

“Dokumen rekomendasi dan terlibatnya kelompok tani, semua dipalsukan. Kami sudah periksa semua kelompok tani yang dimaksud, mereka mengaku tidak pernah tahu dan terlibat dalam proses tersebut,” jelasnya.

“Yang berdasarkan penghitungan kami, dari empat kegiatan itu mengakibatkan kerugian negara totalnya lebih kurang Rp 1,7 miliar,” ungkap Rudy.

PERMOHONAN PENANGGUHAN DITOLAK

Sementara, kuasa hukum ketiga tersangka Abdullah, menyebut pihaknya sudah berusaha mengajukan permohonan penangguhan penahanan, tetapi belum membuahkan hasil.

“Ya, kita lihat saja perkembangannya dalam satu dua hari ini,” singkatnya.

Terpisah Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kajari Tanjung Redeb I Wayan Oja Miasta, menyebut ketiga tersangka terancam hukuman di atas lima tahun penjara. “Itu juga yang menjadi dasar tim melakukan penahanan, selain karena takut ketiga tersangka ini mengulangi perbuatannya, melarikan diri atau menghilangkan barang bukti,” jelas Oja.

Dikatakan, untuk dua tersangka Sy dan He, diganjar sesuai ketentuan pasal 2 ayat 1, pasal 3, pasal 9 dan pasal 18 Undang-Undang 20/2001 tentang perubahan Undang-Undang 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, serta pasal 55 ayat 1 dan pasal 64 ayat 1 KUHP. “Kalau untuk Zl, diganjar pasal 9 dan pasal 18 Undang-Undang 20/2001 dan pasal 55 ayat 1 dan pasal 64 ayat 1 KUHP,” pungkasnya. (udi2)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top