MANTAP! TNI AL Sudah Tangkap 6 Kapal Asing Ilegal – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

MANTAP! TNI AL Sudah Tangkap 6 Kapal Asing Ilegal

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Meski pemerintah telah mengambil sikap tegas terhadap nelayan asing, salah satunya dengan cara menenggelamkan kapal yang digunakan untuk menangkap ikan di perairan Indonesia, belum juga membuat kapok para nelayan asing.

Sejak Januari hingga Desember ini, sebanyak 6 kapal nelayan asing asal Filipina yang tercatat memasuki perairan Indonesia. Dua kapal yaitu LB Robert John Piseng dan FB R2 berhasil tertangkap pada Januari lalu, dan empat kapal lainnya yaitu FB Loraine, FB Hony, LB (light boat/kapal lampu), dan LB L3 tertangkap pada 29 November. Bahkan, penyidik TNI AL telah menetapkan tersangka untuk penangkapan pada November lalu itu.

“Yang dijadikan tersangka itu nakhoda, kapten kapal,” ujar Komandan Pangkalan Utama TNI AL XIII/Tarakan Laksamana Pertama Ferial Fachroni melalui Kadiskum Mayor Laut (KH) Dadang Suhendang, Senin (5/12).

Meski, lanjutnya, pada saat pemeriksaan para pelaku tidak mengakui perbuatannya yang dengan sengaja memasuki wilayah kedaulatan Indonesia. Namun, berdasarkan global positioning system (GPS) dan radio menjadi bukti kuat bahwa kapal nelayan asing tersebut berada di wilayah perairan Indonesia.

Para pelaku pun dijerat Pasal 92 jo Pasal 26 ayat (2) Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dan Pasal 93 jo Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Kendati demikian, kata dia, penangkapan 4 kapal asing masih dalam proses pemeriksaan saksi dan tersangka. Sedangkan untuk kapal-kapal pelaku sedang dalam proses izin penenggelaman. Karena penenggelaman kapal hanya dapat dilakukan apabila telah mendapatkan izin dari Pengadilan Negeri Tarakan.

Sedangkan penangkapan dua kapal para Januari lalu, diakuinya masih dalam proses banding, setelah sebelumnya para pelaku hanya mendapat pidana denda sebesar Rp 500 juta berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Tarakan.

Untuk diketahui, kapal-kapal nelayan asing tersebut berhasil ditangkap oleh KRI, saat sedang melakukan aktivitas pelayaran di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. ZEE merupakan zona yang berada 200 mil dari pulau terluar. Di zona ini negara memiliki hak-hak dan yurisdiksi pantai.

Menurut Pasal 73 ayat (1) Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut, negara pantai dalam hal ini Indonesia melalui TNI AL telah mengambil tindakan tersebut, termasuk menaiki kapal, memeriksa, menangkap dan melakukan proses peradilan dalam melaksanakan hak berdaulat Indonesia di ZEE. (*/mar/fen)

loading...
Click to comment
To Top