Kata Polisi, Ini Kalimat Dahsyat yang Memicu Teroris Ingin Ledakan Istana – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Kata Polisi, Ini Kalimat Dahsyat yang Memicu Teroris Ingin Ledakan Istana

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri masih terus mendalami peranan empat teroris yang mereka tangkap di tempat terpisah.

Keempat orang ini ditangkap pada Sabtu (10/12), dan semuanya merupakan sel dari Bahrun Naim.

Kabag Mitra Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Awi Setiyono menerangkan, para pelaku sejauh ini dalam memberikan keterangannya masih berubah-ubah.

“Sehingga kita perlu waktu untuk bisa menggali keterangan mereka,” kata Awi di Divhumas Polri, Minggu (11/12).

Apalagi lanjut Awi menuturkan, pelaku-pelaku ini sudah siap mati, karena memang diketahui, bila seandainya tidak digagalkan, hari ini, salah satu pelaku akan melakukan aksi bom bunuh diri di Istana Negara.

Dalam melakukan aksinya juga, kata Awi, pelaku termotivasi oleh ucapan juru bicara Daulah Islamiyah yang isinya adalah. “Kalau kalian belum mampu hijrah ke Syria, maka membuat Amaliyah di negeri masing-masing semampunya”.

“Inilah yang memotivasi pelaku,” lanjutnya.

Para pelaku ini juga hasil rekrutan dari Bahrun Naim. Dia adalah pentolan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Menurut Awi, keempat pelaku ini adalah sel-sel buatan dari Bahrun Naim yang juga dikaitkan memiliki hubungan erat sebagai dalang aksi serangan Bom Thamrin.

Meski sudah menangkap empat pelaku, Awi juga berkata, tim Densus 88 yang berlambang burung hantu itu masih memburu dua orang.

Dua orang ini masih berkaitan dengan empat pelaku dan memiliki peran untuk merakit bom.

“Sampai sekarang masih dilakukan pengejaran. Tim densus sedang berusaha keras,” ucapnya.

Sebelumnya diketahui, pada Sabtu (10/12) sebanyak empat teroris ditangkap. Tiga di Bekasi, Jawa Barat dan satu ada di Karanganyar, Jawa Tengah.

Dalam penangkapan, petugas juga mendapatkan bom panci berdaya ledak tinggi. Bahkan lebih kuat dari TNT.

Bom itu akhirnya diledakan di dekat lokasi penangkapan karena sangat bahaya bila dibawa ke Jakarta.

loading...
Click to comment
To Top