Nha Loh.. Staf Arsip Rektorat Unhas Terancam Pecat, Kasusnya Tipu Mahasiswa Baru Kedokteran – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Nha Loh.. Staf Arsip Rektorat Unhas Terancam Pecat, Kasusnya Tipu Mahasiswa Baru Kedokteran

Tim internal Unhas saat tiba di Mapolrestabes Makassar untuk memeriksa Rahmatiah, Sabtu (10/12/2016). | POJOKSULSEL - MUH FADLY

Tim internal Unhas saat tiba di Mapolrestabes Makassar untuk memeriksa Rahmatiah, Sabtu (10/12/2016). | POJOKSULSEL – MUH FADLY

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Setelah terbonkar, staf arsip Rektorat Universitas Hasanudin (Unhas) yang menipu mahasiswa bisa diloloskan masuk Fakultas Kedokteran langsung diperiksa Tim Internal.

Pemeriksaan oleh tim internal Unhas dilakukan di Mapolrestabes Makassar, Sabtu (10/12/2016). Pemeriksaan terhadap Rahmatiah merupakan rangkaian prosedur pengusulan pemecatannya.

Salah satu anggota Tim internal Unhas, Nasaruddin Salam mengatakan, pemeriksaan terhadap Rahmatiah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53/2010 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS). hasil pemeriksaan itu akan dilampirkan dalam pengusulan pemecatan Rahmatiah sebagai PNS Unhas.

“Iya tadi sudah kita periksa. Sesudah itu kita usulkan sesuai dengan PP 53, karena kasusnya seperti ini kita usulkan pemecatan,” kata Nasaruddin, Sabtu (10/12/2016).

Terpisah, Wakapolrestabes Makassar AKBP C.F Hotman Sirait mengatakan, pemeriksaan internal Unhas terhadap Rahmatiah terkait dengan status tersangka sebagai PNS. Hal ini diatur dalam PP 53 sebagai syarat pengusulan pemecatan.

Hotman menyebutkan, penyidik Satreskrim Polrestabes Makassar tetap mendalami proses penyidikan terhadap Rahmatiah. Hotman pun enggan menyebutkan hasil penyidikan terhadap Rahmatiah, termasuk orang orang yang terlibat dalam jaringan penipuan maba di Fakuktas Kedokteran Umum dan Kedokteran Gigi Unhas.

“Proses hukum di kepolisian tetap berjalan. Tersangka baru nanti kita rilis, kalau sudah ada. Jangan sampai jadi bias ini,” kata Hotman.

Diberitakan sebelumnya, Rahmatiah (36) staf arsip Kampus Unhas dibantu Nurjannah (53), seorang okum Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk mencari orang tua yang ingin memasukan anaknya ke Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi Unhas. Para orang tua ini diminta menyetor sejumlah uang ke Nurjannah. Selanjutnya, Nurjannah menyetor uang tersbut ke Rahmatiah.

Uang setoran itu bervariasi, mulai daei Rp130 juta, Rp200 juta sampai Rp400 juta. Tercatat, sudah Rp1 miliar Rp79 juta uang orang tua Camaba yang diterima Rahmawati.

Untuk meyakinkan para korban, Rahmawati membuat Surat Keputusan (SK) terkait penetapan penerimaan mahasiswa baru Fakuktas Kedokteran dan Kedokteran Gigi Unhas Makassar. Kasus penipuan ini terungkap setelah para korban dikumpulkan di Baruga Pettarani Unhas Makassar, Senin (5/12/2016).

Namun, para orangtua dan anaknya kebingungan karena tidak ada aktivitas di Baruga Pettarani Unhas Makassar. Akhirnya, birokrat kampus Unhas menghampiri para orangtua.

Setelah mendapatkan penjelasan dari staf Birokrasi Unhas bahwa tidak ada penerimaan di Unhas lewat jalur itu. Akhirnya, salah satu orangtua berinisial S langsung melaporkaan penipuan ini ke Polsek Tamalanrea Makassar.

2 pelaku pun langsung diamankan di Mapolsek Tamalanrea Makassar. Selang 2 hari setalah tertangkapnya oknum PNS Unhas, Rektor Prof Dwia Aries Tina langsung menggelar konferensi pers, yang intinya mengusulkan pemecatan terhadap Rahmatiah ke Kemenpan RB. (muh fadly/pj1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top