Demi Besarkan PT PWU, Dahlan Iskan Jaminkan Hartanya ke Bank – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Demi Besarkan PT PWU, Dahlan Iskan Jaminkan Hartanya ke Bank

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Dahlan Iskan membeberkan perjuangannya membesarkan PT Panca Wira Usaha (PWU) Jawa Timur (Jatim) dalam sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (13/12).

Dahlan terpaksa mengungkap pengabdiannya di PT PWU untuk menunjukkan bahwa dia sama sekali tidak pernah berniat untuk korupsi di perusahaan tersebut.

Selain tidak digaji dan tidak menerima fasilitas dari perusahaan, Dahlan Iskan juga rela merogoh kocek pribadi untuk kepentingan perusahaan. Bahkan, Dahlan Iskan rela menjaminkan deposito pribadinya sebesar Rp 5 miliar agar mendapat pinjaman dari bank.

“Yang Mulia, saya sebenarnya tidak ingin mengungkapkan yang berikut ini. Saya takut kalau saya ungkapkan sia-sialah makna pengabdian saya. Tapi untuk menunjukkan apakah saya punya niat untuk korupsi tampaknya harus saya ungkapkan,” ujar Dahlan saat membacakan eksepsinya di depan majelis hakim.

Dahlan mengatakan, selama menjabat Dirut PT PWU, dia tidak mau digaji. Dia juga tidak mau diberi fasilitas apa pun. Perjalanan dinas pun dia biayai sendiri, termasuk perjalanan dinas luar negeri.

Saking sulitnya PT PWU di tahun 2000 itu, Dahlan Iskan terpaksa memutuskan agar kebiasaan memberi bingkisan lebaran kepada para pejabat daerah harus dihentikan.

Beratnya lagi, lanjut Dahlan, Pemda sudah tidak mau menyediakan modal tambahan. Bank juga tidak mau memberi kredit lantaran tidak percaya pada PT PWU. Sebab kredit macetnya masih banyak.

“Tapi perusahaan ini harus sembuh dari sakitnya. Harus bisa bangkit. Akhirnya, saya pribadi, Yang Mulia, harta saya pribadi saya jaminkan ke bank. Bank BNI akhirnya memberi kredit Rp 40 miliar dengan jaminan pribadi saya untuk membangun pabrik steel conveyor belt,” imbuh Dahlan.

Pembangunan pabrik steel conveyor belt merupakan sejarah bagi PWU dan bagi Jatim. Sebab, inilah satu-satunya pabrik serupa di Indonesia. Sejak itu, Indonesia bisa tidak perlu lagi impor steel conveyor belt.

Dahlan melanjutkan, ketika melihat aset PWU yang kumuh, berbau, dan jadi sumber polusi di Jalan A Yani Surabaya, dia memutuskan untuk membangun gedung Jatim Expo di atasnya.

Namun lagi-lagi PWU tidak punya uang. Bank juga belum percaya kepada PT PWU. Untuk memulai pembangunan gedung Jatim Expo tersebut, lagi-lagi Dahlan harus menjaminkan harta pribadinya agar bank bersedia memberikan pinjaman kepada PT PWU.

“Yang Mulia, saya jaminkan deposito pribadi saya sebesar Rp 5 miliar. Jadilah sekarang gedung Expo Jatim yang megah itu,” imbuh Dahlan.

“Sebenarnya masih ada yang lebih besar lagi pertaruhan harta saya untuk membuat PWU tidak terpuruk. Tapi izinkan yang satu ini tidak saya ungkap agar masih ada tersisa pahala untuk saya di sisi Yang Maha Kuasa,” pungkas Dahlan Iskan dengan suara terisak. (Fajar/pojoksatu)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top