Lha! Seluruh Tempat Hiburan Malam Disini Ilegal, Kok Aman-aman Saja? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Lha! Seluruh Tempat Hiburan Malam Disini Ilegal, Kok Aman-aman Saja?

FAJAR.CO.ID, SANGATTA –  Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kutai Timur (Kutim) mencatat sedikitnya ada 20 cafe, bar, pub, karaoke, dan diskotik yang beroperasi di Kutim. Dari data sementara ini, dipastikan semua Tempat Hiburan Malam (THM) tersebut tidak mengantongi ijin pada periode Desember 2016 ini.

Paling teranyar, ada lima THM yang sempat mengantongi ijin. Yakni Revifa Café, Richo Café Pub dan Karaoke, Zero Café, Queen Café dan Pub, Galaxy Bar, Raja Mas Diskotik dan karaoke. Tetapi pada Mei 2016 lalu, enam THM yang tersisa tersebut tidak lagi mengantongi ijin hingga saat ini. Sedangkan yang lainnya, sudah mati terlebih dahulu ijinnya sejak 2016 lalu.

Meskipun sudah dinyatakan tidak mengantongi ijin, namun hampir semua THM  masih tetap membuka usaha ilegalnya tersebut. Dari fakta itu, tak terlihat reaksi nyata dari pemerintah untuk melakukan penutupan. Padahal, aktifitas ini sudah berlanjut sejak setahun lalu. Bahkan, beberapa cafe sudah tidak mengantongi ijin sejak tahun 2014 silam.

Terburuk, dari pantauan Radar Kutim di lapangan selain 20 THM tersebut, pada 2016 ini terdapat banyak THM baru yang bermunculan meskipun tidak mengantongi ijin dari pemerintah.

“Kami pertanyakan keberadaan pemerintah untuk menertibkan semua THM yang semuanya tidak berijin tersebut. Seharusnya, aktifitasnya dihentikan untuk sementara sampai benar-benar mengantongi ijin. Tetapi yang kami lihat, malah terkesan dibiarkan,” ujar Irawan, salah seorang warga Sangatta Utara.

Memang katanya, pemerintah dikabarkan pernah memberikan larangan untuk menghentikan aktifitas usaha, namun hal tersebut tidak cukup. Yang dibutuhkan ialah ketegasan dan realisasi nyata dilapangan. Sehingga, aturan yang ada benar-benar dihargai oleh semua kalangan. Baik pemerintah yang menerapkan dan masyarakat menaati.

“Jika memang diberikan kesempatan untuk pelaku usaha THM, kami oke saja. Tetapi ini sudah terlampau lama. Seharusnya pemerintah memberi penegasan aturan tersebut. Pengusaha THM juga wajib menaatinya. Kalau saya lihat, aturan itu tidak diindahkan. Makanya, peran serta pemerintah diperlukan,” pintanya.

Sementara itu, Kasi Perijinan Disprindag Kutim, Muhammad Reza Fahlevi, membenarkan jika semua THM yang beroperasi di Kutim tidak mengantongi ijin. Mulai dari  Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perdagangan (TDP), Tanda Daftar Industri (TDI), dan Tanda Daftar Gudang (TDG).

Lantaran tidak mengantongi ijin, pihaknya mengklaim sudah beberapa kali melakukan peringatan. Baik secara lisan maupun tulisan kepada pengusaha THM tersebut. Meskipun begitu, pemilik THM tetap mengabaikan larangan tersebut.

“Mereka masih membandel. Kami juga belum lakukan penyegelan,” kata Fahlevi.

Karena sudah jelas tidak mengantongi ijin, maka pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP). Karena secara teknis, Satpol PP memiliki kewenangan untuk melakukan eksekusi dilapangan.

“Data THM yang tidak berijin juga sudah kami berikan kepada Satpol.  Satpol sudah tau. Jadi kami serahkan semuanya kepada Satpol,” katanya. (dy)

loading...
Click to comment
To Top