Massa Bobol Sel Polsek, Pelaku yang Aniaya 7 Murid SD Tewas Mengenaskan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Massa Bobol Sel Polsek, Pelaku yang Aniaya 7 Murid SD Tewas Mengenaskan

FAJAR.CO.ID, KUPANG – Pelaku penyerangan terhadap 7 murid SDN 1 Sabu Barat, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas mengenaskan. Pria yang diduga mengalami gangguan jiwa itu meregang nyawa dalam sel Polsek Sabu Barat.

Pelaku yang belum diidentifikasi itu meregang nyawa dengan kondisi mengenaskan. Batu dan benda keras lainnya dipakai ratusan massa yang menyerang. Tampak dinding sel bolong akibat serangan massa yang tidak bisa dibendung polisi.

Amuk massa dipicu atas penyerangan pria tersebut di sekolah. Sebanyak 7 murid menjadi korban penikaman dan digorok. Sebagaimana diberitakan, pelaku masuk ke SD di Seba, Kabupaten Sabu Raijua, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (13/12/2016) sekitar pukul 08.30 Wita.

Pelaku langsung menyerang membabi buta menggunakan pisau. Tujuh bocah menjadi korban yang kini tengah menjalani perawatan di Puskesmas Seba dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sabu di Menia.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah NTT AKBP Jules Abraham Abast mengatakan bahwa pelaku belum dapat didentifikasi karena diduga mengalami gangguan jiwa.

Awalnya, amuk massa masih bisa diredam aparat. Namun, karena jumlah massa yang kian banyak dan beringas, massa menembus sel dan membunuh pelaku.

Akibat menyerangan murid SD tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengungkapkan keprihatinan atas insiden berdarah itu.

Dia menegaskan sekolah sebagai rumah kedua harusnya bebas dari praktik-praktik kekerasan.

“Kekerasan dalam bentuk apa pun tidak bisa ditoleransi, apalagi kalau dilakukan di sekolah. Ini pelecehan terhadap pendidikan. Saya minta agar masyarakat agar menghindarkan tindak kekerasan di sekolah,” kata Muhadjir di Jakarta.

Kendati demkian, dia juga menyampaikan agar masyarakat menghindarkan diri dari tindakan main hakim sendiri.

Dia meminta agar masyarakat memercayakan penanganan kasus kepada penegak hukum. Apresiasi disampaikan mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini kepada pihak keamanan dan tenaga medis yang memberikan pertolongan terhadap para siswa yang menjadi korban.

Ia juga menitipkan pesan agar pihak sekolah bekerja sama dengan tenaga medis untuk membantu pemulihan kondisi kejiwaan para siswa yang mengalami trauma akibat insiden tersebut. (Fajar/pojoksulsel)

Click to comment
To Top