Meriahnya ‘Maudu Lompoa’ di Ancol – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Jabodetabek

Meriahnya ‘Maudu Lompoa’ di Ancol

Maudu Lompoa/ Fajar.co.id

JAKARTA — Perayaan kelahiran Rasulullah SAW hampir diperingati disetiap daerah di Indonesia dan dunia. Bagi masyarakat Sulsel, peringatan maulid identik dengan telur. Dimana telur disimbolkan sebagi kelahiran.

Meski jauh dari tanah kelahiran, namun budaya dan rasa kedaerahan Sulsel terasa kental bagi sebagian warga perantauan yang hidup di Ibukota Jakarta.

Lewat perencanaan yang matang jauh hari, disepakati untuk melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Jakarta dengan mengangkat budaya mualid dari Cikoang, Takalar, yang dikenal dengan ‘Maudu Lompoa’.

Maudu Lompoa diartikan sebagai Maulid Besar. Dalam perayaan warga Cikoang dan sekitarnya mengarak replika perahu Pinisi yang dihias beraneka ragam kain sarung dan dipamerkan di tepi sungai Cikoang. Hal ini pun yang diciplak dan dipindahkan dalam perayaan Mudu Lompoa di Ancol

Mengambil tempat di Pantai Karnaval Ancol, karena letaknya dekat dengan laut, mengikuti tempat peringatan sebenarnya di Cikoang Takalar yang juga dekat dari laut.

Maulid ini agak berbeda dengan maulid di Sulsel karena di Pantai Ancol ini juga akan dihadiri sejumlah perwakilan negara muslim sahabat. Seperti Malaysia, Arab Saudi, dan masih banyak lagi.

Berbagai acara pun diselenggarakan panitia, diantaranya lomba perahu hias dengan menggunakan telur, lomba hias bunga male, lomba mewarnai, barazanji, festival kado minyak, dan ditutup dengan puncak perayaan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Nuansa khas Sulsel terasa kental dalam acara tersebut. Berbagai lagu adat dari berbagai suku disana pun dinyanyikan.

Yang paling menarik adalah usai penilaian lomba perahu hias, warga yang hadir saling berebutan mendapatkan telur yang sudah dihias.

Dalam acara tersebut juga diisi dengan syuting salah satu acara religi disalah satu stasiun tv swasta, yakni Islam Itu Indah dengan langsung dipandu Ust. Maulana.

Ketua Panitia acara Maulid Internasional yang juga Anggota DPR RI Eka Sastra mengatakan, peringatan maulid ini bagaimana budaya Sulsel khususnya setiap peringatan Agama Islam dapat dikenal secara nasional dan menjadi agenda nasional.

“Tahun ini kita ambil Festival Maulid di Cikoang. Bisa saja tahun depan dari daerah lain di Sulsel,” ujarnya kepada fajar.co.id dilokasi acara, Senin 12 Desember 2016.

Di Sulsel sendiri banyak budaya yang belum terangkat. Untuk itulah, lanjut Eka, inilah caranya bagaimana mengangkat budaya Sulsel kepentas nasional.(idr/fmc)

To Top