Nggak Pakai Lama! 25 Jablai Langsung Diangkut – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Nggak Pakai Lama! 25 Jablai Langsung Diangkut

FAJAR.CO.ID, SUNGAI TABUK – Banyaknya laporan masyarakat mengenai menjamurnya warung remang-remang di sepanjang Jalan Gubernur Syarkawi. Anggota gabungan dari Satpol-PP Banjar dan kepolisian menyisir satu persatu warung remang-remang di sepanjang Jalan Gubernur Syarkawi, Sabtu (10/12) malam. Warung yang didatangi kebanyakan dijaga oleh para wanita. Mengenakan baju minim mereka tak sungkan bercanda dan bercengkrama dengan para pembeli.

Sebagian warung dilengkapi gemerlap lampu disko dan full musik. Jalan Gubernur Syarkawi yang sepi berubah menjadi lokasi yang ramai. Di setiap warung dipenuhi oleh pembeli, ada yang sekadar minum kopi. Ada pula yang hanya makan mie instan.

Ketika anggota gabungan dari Satpol-PP Banjar dan kepolisian datang, orang-orang yang berada di setiap warung tak dapat berbuat apa-apa. Satu persatu penjaga warung dan pembeli disuruh memperlihatkan kartu identitas.

RAZIA - Anggota Satpol-PP Banjar mendatangi warung remang-remang di sepanjang Jalan Gubernur Syarkawi.

RAZIA – Anggota Satpol-PP Banjar mendatangi warung remang-remang di sepanjang Jalan Gubernur Syarkawi.

Dari beberapa warung yang didatangi, anggota mengamankan 25 orang yang lantaran dapat menunjukan kartu identitas. “Penjaga warungnya yang banyak tidak memiliki identitas, terpaksa mereka harus kami amankan,” kata Kasatpol-PP Banjar H Ahmadi.

Ia menambahkan, saat diperiksa ternyata penjaga warung yang tidak memiliki identitas ada yang mengaku masih di bawah umur. “Usai diperiksa, mereka kami beri imbauan dan surat peringatan agar tidak lagi membuka warung hingga larut malam,” tambahnya.

Razia gabungan sendiri digelar untuk menindaklanjuti laporan masyarakat, mengenai semakin menjamurnya warung remang-remang. Sebagian warung dikabarkan ada yang melakukan praktik prostitusi. “Warung yang kami datangi sudah kami imbau agar tidak menyalahgunakan warung untuk melakukan praktik prostitusi,” ujar Ahmadi.

Ia menuturkan, sebenarnya ada beberapa warung yang sudah mereka incar. Namun ketika didatangi warung-warung tersebut ternyata dalam kondisi tutup. “Mungkin kegiatan ini ada yang membocorkan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu wanita saat diamankan di Mapolsek Sungai Tabuk mengaku bekerja sebagai penjaga warung karena tidak memiliki pilihan lain. “Tidak ada pekerjaan lain mas, anak saya masih sekolah butuh biaya,” katanya.

Wanita yang tak ingin namanya dikorankan ini mengelak jika disebut ada praktik prostitusi di warung yang ia jaga. “Ya tidak ada lah, kami hanya berjualan makanan ringan dan minuman,” pungkasnya. (fajar/ris)

Click to comment
To Top