Bawa Pisau, Teriak-teriak, Tubuh Berlumur Darah, Seluruh Rumah Sakit Panik – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Bawa Pisau, Teriak-teriak, Tubuh Berlumur Darah, Seluruh Rumah Sakit Panik

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Seorang pria tak dikenal masuk rumah ke warga di RT 7, Kelurahan Lingkas Ujung, Minggu (11/12). Yang bikin heboh, saat masuk ke rumah warga, kondisi tangan pria itu berlumuran darah dan membuat pemilik rumah kaget bukan kepalang. Pria tersebut masuk dengan mendobrak pintu belakang sambil berteriak minta tolong.

Ria, pemilik rumah itu langsung ketakutan melihat pria itu. Terlebih saat itu yang berada di rumahnya hanya dirinya, ibu dan dua anaknya yang masih kecil. Tak ada seorang laki-laki pun di rumahnya. Sehingga dia khawatir jika terjadi sesuatu tidak ada yang bisa menolong. Terlebih saat itu jam menunjukkan masih pukul 02.00 dinihari.

“Awalnya pria itu mengetuk-ngetuk pintu rumah bagian depan minta dibukakan pintu sambil berteriak minta tolong. Tapi saya tidak bukain,” katanya kepada Kaltara Pos, Senin (12/12).

Ria melanjutkan, beberapa menit kemudian sudah tak terdengar ketukan lagi dari pria tersebut. Ria pun memberanikan diri untuk mengecek dengan melihat bagian luar rumahnya melalui jendela. Ketika melihat ke luar, Ria mengaku tak melihat seorangpun. Namun, tiba-tiba terdengar suara orang yang sama dari pintu belakang.

Ria pun langsung kembali ke kamarnya dan mengunci pintu kamar. Beberapa saat terdengar pria tersebut mendrobrak pintu belakang dan berhasil masuk ke dalam rumah. Setelah tiba tepat di ruangan tengah, pria itu kembali berteriak keras minta tolong.

Ria bersama ibu dan anaknya pun panik ketakuan dan tak kalah kerasnya berteriak minta tolong. Sekira 20 menit kemudian, warga sekitar yang sudah tertidur lelap akhirnya terbangun dan mendatangi rumah Ria.

“Saat tetangga datang, mereka tidak melihat pria itu lagi. Nah karena banyak darah yang bercucuran di lantai. Setelah mengikuti cucuran darah tersebut, akhirnya salah seorang warga melihatnya di dalam kamar kosong yang tidak kami pakai,” terangnya.

tersangka

Warga yang pertama kali melihat pun awalnya takut karenakan pemuda itu tubuhnya sudah dipenuhi darah yang menetes dari bagian tangan kanannya sambil memegang sebilah pisau. Karena tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan, warga pun tak langsung menangkapnya. Warga mencoba berkomunikasi dari luar kamar yang dimasuki pria berdarah tersebut.

“Saat itu, waktu pertama kali ditanya tetangga, pria itu melanjutkan teriakan keras minta tolongnya. beberapa menit kemudian setelah dibiarkan berteriak dan pria itu tenang kembali, barulah diamankan oleh tetangga,” ungkapnya.

Setelah diamankan, pria tersebut sempat diajak berkomunikasi oleh warga. Namun, para warga sempat dibuat heran. Pasalnya saat warga bertanya, pria itu plin plan saat menjawab. “Ditanyain namanya bilangnya A, nanti ditanyain lagi, bilangnya B. Begitu juga soal alamat. Awalnya bilang tinggak di Selumit, terus ditanya lagi tinggal di Gunun Lingkas,” kata Ria.

Beberapa menit kemudian, petugas Polres Tarakan tiba di rumah Ria setelah mendapat laporan warga. Melihat kondisi pria tersebut mengalami luka cukup parah dan telah mengeluarkan darah banyak, petugas langsung membawanya ke RSUD Tarakan.

Waka Polres Tarakan Kompol Riski Fara Shandy membenarkan peristiwa tersebut. Namun, pemuda yang bersimbah darah itu belum diketahui identitasnya. “Selain jawaban plin plan, dia juga tak didapati indentitas diri,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan petugas, benar bahwa pria itu masuk rumah warga dengan mengalami luka di bagian tangan yang diakibatkan benda tajam. Karena lukanya parah, pria itu dirujuk ke RSUD Tarakan untuk perawatan.

”Apa penyebab korban sampai dianiaya memakai senjata tajam, memegang senjata tajam dan siapa pelaku yang tega melakukan hal tersebut, masih dalam penyelidikan. Karena korban belum bisa diambil keterangannya dan pada saat kejadian tidak ada saksi yang melihat peristiwa itu terjadi,” tutupnya. (*/hai)

loading...
Click to comment
To Top