Dua Tersangka Beda Aksi. Satu Cuma Raba-raba, yang Satunya Langsung Main, Keduanya Satu Dipenjara – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Dua Tersangka Beda Aksi. Satu Cuma Raba-raba, yang Satunya Langsung Main, Keduanya Satu Dipenjara

asusila

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA- Kasus pencabulan yang dilakukan dua pemuda, masing-masing IN (21) dan AD (18), terhadap seorang pelajar salah satu SMA di Kota Tepian, sebut saja Melati (15) berlanjut. IN dan AD pun sama-sama tengah menjalani proses hukum, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Keduanya sama-sama dijerat UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman kurungan penjara di atas 10 tahun. Namun IN dan AD berpisah ruang tahanan. IN tetap menjalani proses hukum di markas Polsekta Samarinda Ulu, karena persetubuhan yang dilakukannya dengan Melati terjadi di kawasan Pahlawan, masuk wilayah Samarinda Ulu.

Sementara AD dikeler ke markas Polsekta Samarinda Ilir di Jalan Bhayangkara, karena pencabulan yang dilakukannya terjadi di daerah Jalan Jelawat.

“Tersangka (IN, Red) masih kami minta keterangan. Kami sedang melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP), sementara seorang tersangka lainnya (AD, Red) perkaranya sudah kami limpahkan ke Polsekta Samarinda Ilir,” tutur Kapolsekta Samarinda Ulu Kompol Chandra Hermawan, didampingi Kanit Reskrim Iptu Yunus Kello.

Polisi tengah mengumpulkan keterangan saksi dan menunggu hasil visum Melati.

Telah diberitakan, nikmat berujung sengsara. Kini IN terpaksa mendekam di balik jeruji besi. Warga Samarinda Ulu itu tak sendiri. Ada AD , yang menemaninya menghuni ruang tahanan markas Polsekta Samarinda Ulu di Jalan Juanda.

IN dan AD sebenarnya tak saling kenal. Namun kini keduanya senasib sepenanggungan. Keduanya sama-sama ditangkap polisi akibat wanita yang sama. IN dan AD dibekuk gara-gara melakukan pencabulan terhadap pelajar salah satu SMA di Kota Tepian yang masih berusia 15 tahun, sebut saja Melati.

Bedanya AD hanya sempat meraba dan itupun dilakukan pertengahan 2015 lalu. Yang enak justru IN. pria yang sehari-hari berjualan sayur di daerah Jalan Pahlawan itu malah berulang kali menikmati kemolekan tubuh Melati.

Sejak awal November hingga awal Desember ini, IN sudah empat kali menyetubuhi Melati. Terakhir hubungan badan terlarang itu dilakukan Kamis (8/12) lalu. Biasanya persetubuhan itu dilakukan IN di rumahnya siang hari, saat keluarganya yang lain tak ada.

Pengakuan IN hubungan badan itu dilakukan atas dasar suka sama suka. Sementara Melati kepada polisi dan orangtuanya mengaku, sebelum digauli sempat diancam akan dianiaya jika tak mau menuruti kemauan IN. setelah itu IN dengan leluasa menyalurkan hasratnya. (rin/fajar)

Click to comment
To Top